New PictureAlhamdulillah salah satu organisasi putra putri tentara telah kembali berhasil mengangkat Ketua PD DKI yang baru dengan suara bulat pada MUSDA DKI yang dilangsungkan 30 Juni 2013. Terpilih kembali Ketua Periode sebelumnya rekan dan saudaraku Tunjung Tidar semoga bisa mengemban amanah seamanah mungkin dan semoga selalu diberi sehat panjang umur, mudah rizki, kabul hajat hasil maksud, aamiin.

Ada yang unik jika saya harus bercerita tentang beberapa fakta yang terjadi setidaknya adalah pengalaman saya menjadi anggota organisasi ini. Yang mungkin akan saya deskripsikan agak panjang tapi saya yakinkan tidak akan dipecah menjadi beberapa episode panjang seperti sinetron “TUKANG BUBUR NAIK HAJI”, tapi paling tidak jika ada tokoh tokoh dalam cerita yang  merepresentasikan “Haji Muhidin” mudah mudahan “endingnya” akan sama, BERUBAH KEARAH YANG LEBIH BAIK.

JATUH HATI PADA PANDANGAN PERTAMA

Pada persiapan acara HUT FKPBM DKI KE 2 dan acara bakti sosial Donor Darah saya jatuh hati pada organisasi ini walau belum kenal lama, tapi sepertinya aura yang memancar dari namanya yang menggunakan kata “BARET MERAH” membuat saya terkulai lemas tidak berdaya. Saya terpikat seperti terpikatnya seorang lelaki bertemu dengan wanita cantik didalam bis kota seminggu yang lalu, lalu saya beri tempat dudukku dan kitapun berkenalan, …… eit…. eit maaf, kalau diteruskan nama saya bisa berubah menjadi Adi Agam dua kata penggabungan antara Adi …….. saya dan Agam atau Aip salah satu rekan dan saudara di FKPBM yang mahir memainkan organ dalam setiap perhelatan organisasi, Semoga Juga rekan yang satu ini selalu sehat, panjang umur, kabul hajat hasil maksud, aamiin.

Ya begitulah aku terpikat, masuk perangkap apa daya asmara sudah melekat, juwita malam siapakah gerangan puan, juwita malam dari bulankah puan? Sepertinya saya menjadi terlalu melo tapi begitulah seorang jagoan bertato pun akan menjadi luluh jika sudah jatuh hati apalagi saya jagoan bukan, tentara bukan, superman bukan hanya seorang Adi Bustian Salim yang amat cinta dengan organisasi ini yang InsyaAllah setulus hati tanpa basa basi, tanpa intrik mencari materi disini, karena RUMAHKU ADALAH ISTANAKU MAKA AKAN KUCARI DILUAR LALU AKU AKAN BAGIKAN RIZKI ITU KE DALAM PENGHUNINYA. JENG JENG JENG…………….!!!!!

KETIKA JUWITAKU KUPELAJARI SETIAP JENGKAL TUBUHNYA.

Akhirnya resmilah saya menjadi anggota organisasi ini  ditingkat DKI Jakarta dengan segala konsekwensinya kalau dianalogikan seperti seorang pria yang mengambil keputusan untuk menikah dibawah tangan dengan wanita yang ditemuinya dalam perjalanan  kereta ke Surabaya, Ya begitulah sampai saat ini saya secara De Facto saja menjadi anggota tapi akte Nikah masih diproses oleh penghulu, dan sepertinya penghulunya kabur membawa uang administrasi yang disetor, he he.

Dalam perjalanan juwita itu ternyata susah bangun pagi, maka saya bangunkan dia setiap pagi walau akhirnya dia tidur lagi, dia juga ternyata mendengkur ketika tertidur saya tutup mulutnya walau beberapa saat akhirnya mendengkur lagi ya begitulah kalau sudah cinta apa mau dikata. Tapi maaf ini analogi terhadap  keduniawian karena pernikahan yang sebenarnya adalah pernikahan yang sarat nilai ukhrowi setidaknya itu kata ustad Sanusi. Lalu apa yang saya tangkap pada perjalanan awal bercumbu dengan Organisasi ini ;

  1. Organisasi ini perlu lebih untuk belajar tentang apa itu organisasi melalui apa? Kaderisasi yang pasti ! agar upgrade organisasi yang pada mulanya berawal dari paguyuban menjadi organisasi yang mempunyai legalitas membuahkan hasil.  Upgrade Procesor, memory, software sehingga menjadi satu unit computer canggih pelan pelan harus segera dilaksanakan.
  2. Personil baik Pendiri, anggota pengurus dan lainnya harus mampu menempatkan organisasi menjadi wadah bersama dengan profesional dan proporsional. Salah adalah salah, Benar adalah benar karena membedakan mana benar mana salah tidak sesulit menjawab pertanyaan “Mana lebih dulu ayam atau telur?”.    Jangan ada kata “ saya ini pendiri “, jika melihat sejarah bangsa ini berdiri yang dirumuskan oleh KH, Agus Salim, Hatta dan Sukarno dan yang lainnya maka kita bisa tahu tidak pernah ada pengakuan bahwa Republik ini adalah milik mereka. Mereka semua rumuskan itu untuk rakyat Indonesia secara keseluruhan baik yang punya KTP maupun yang tidak.

PERISTIWA YANG MEN”AKRABKAN” SAYA DENGAN IBU SANG JUWITA

Dalam Perjalanan waktu akhirnya saya diterima keberadaannya di Organisasi ini secara umum, terlibat dalam proses perencanaan satu event besar yang ada kaitannya dengan PILKADA Jabar walau even hanya tinggal kenangan yang pergi terbawa angin. Sampai akhirnya terlibat dalam persiapan HUT DASAWARSA Organisasi. Alhamdulillah dalam perjalanan itu atas masukan beberapa anggota telah mampu merumuskan Draft WEBSITE Organisasi dan system Komputerisasi Keanggotaan. Dan Perhelatan HUT Dasawarsa mampu dilaksanakan secara khidmat dan bersahaja karena upaya keras semua rekan rekan yang terlibat didalamnya.

Disela rapat rapat persiapan HUT FKPBM Ke X ada kejadian yang unik sekaligus menggelitik, saya terima SMS dari rekan dan saudaraku Ricky untuk dapat hadir pada pertemuan tertutup di Sekretariat Pengurus Pusat FKPBM. Tanpa merasa ada hal yang ganjil saya hadir saat itu dengan asumsi pertemuan itu adalah sesi rapat persiapan HUT FKPBM, Akhirnya saya siapkan seluruh materinya, lap top, Infocus dan seabreg peralatan lenong lainnya menuju sekretariat DPP.

Sekitar jam Delapan malam saya dan istri sampai disana, bertemu dengan senior “Mas Kustar” yang ada dibawah tangga dan pada sesi rapat yang hadir adalah Saudara saudaraku Andreas Sinay, Ujang Mardani, Ricky, Eko Narse. Saya sempat bertanya “ Ini rapat apa kok Cuma segini orangnya?” Dijawab oleh salah satu rekan Eko Narse “ Biasa mas Adi kumpul kumpul aja sudah lama kita nggak ngumpul”. Tidak lama berselang datang Saudaraku lainya Siswo yang katanya juga mendapat Panggilan untuk dapat datang ke rapat.

Melihat seluruh anggota yang hadir adalah anggota DKI Jakarta saya agak curiga lalu saya bilang kalau mengenai DPD DKI saya bukan pengurus jadi tidak ada kapasitas apapun saya disini apalagi ini rapat di DPP bukan sebaiknya dilakukan di sekreariat DPD. Tapi kalau ini rapat persiapan HUT saya ada kapasitasnya walaupun bukan pengurus PP karena saya adalah bagian dari Panitia HUT yang ditunjuk KETUM Bang Agus Suwandi.

Akhirnya mereka mulai membahas hal tentang bagaimana teknis “melengserkan” Ketua DPD DKI Mas Tunjung Tidar dalam rapat itu  mulai dari mosi tidak percaya dan boikot dan saya diminta pendapatnya tentang itu. Di rapat itu saudara Andreas, Eko Narse dan Ujang Mardani sangat vokal sekali menyatakan pendapat tentang ketidak setujuan kepengurusan DPD DKI Jakarta.

Mulai dari pelaksanaan FUN BIKE yang carut marut soal keuangan sementara saya sendiri tidak tahu menahu tentang acara itu, tentang bagaimana DPD DKI sekarang hanya dikuasai segelintir orang.  Ketika saya dimintakan pendapat saya katakan “ saya bukan pengurus dan tidak punya kapasitas untuk itu, sebaiknya rekan rekan melihat lagi aturan Organisasi dan dikonsultasikan dengan pengurus di DPP”.

Beda pendapat boleh tapi harus taat konstitusi Organisasi tolong pahami aturan berorganisasi secara umum. Jika kejadian yang rekan rekan sampaikan memang begitu adanya ya untuk apa buang energy toh kepengurusan juga sebentar lagi selesai, biar nanti ada pemilihan baru. Alhamdulillah saudara Siswo juga sependapat dengan saya.

Tapi sepertinya ketiga orang ini sudah bulat pada pendiriannya, ya saya undur diri dari rapat karena memang tidak mau mikir terlalu berat untuk hal yang satu ini, lebih baik pusatkan konsentrasi untuk cari rizki besok pagi.

Apa yang saya tangkap dengan kejadian itu :

  1. Ketiga rekan saya tadi sepertinya tidak paham betul tata cara berorganisasi.
  2. Bisa Jadi Ketiga Orang tadi adalah representasi dari kekecewaan tapi saya juga tidak tahu kekecewaan yang bagaimana.
  3. Ketiga orang tadi adalah figur yang “gamang” dan kurang percaya diri dan tidak punya pendirian teguh, dan saya yakini sekarang boleh A besok juga B besoknya lagi C minggu depan D jadinya ABCD (Abri Bukan Cepak Doang), he he
  4. Ketiga orang tadi dalam kapasitas sebagai pengurus tapi mengkritisi kepengurusan nah lho? Bingungkan pelaku mengkritisi kelakuannya, aya aya wae…….

Akhirnya saya, Istri dan rekan Siswo pulang dengan senyum senyum sendiri, lalu mampir diwarung makan karena kebetulan usus kami sudah mulai berdenyut.

DRAMA MUSDA DPD DKI JAKARTA

MUSDA bagi organisasi lain adalah musyawarah yang diwakili cabang cabang yang ada dibawah Pengurus Daerah. Tapi untuk DPD FKPBM DKI yang belum mempunyai cabang Musyawarah ini dihadiri oleh  anggota DKI Jakarta yang kurang lebih ada sekitar 54 orang. Akhirnya saya bisa bertemu dengan anggota riil Organisasi yang mungkin secara de Facto berjumlah 54 Orang itu. LUAR BIASA dengan kuantitas 54 orang mampu membuat terpikatnya pihak luar untuk merapat dalam persiapan PEMILU 2014.  Jika dulu orang tua kita adalah prajurit yang 1 berbanding 10 dengan sipil atau bahkan lebih setidaknya kita sudah mampu mewujudkan hal ini dalam dimensi yang berbeda.

Ada juga kejadian unik dan menggelitik pada beberapa hari sebelum dilakukannya MUSDA mungkin dapat saya rangkum kurang lebihnya seperti ini :

  1. 1.       DUA HARI SEBELUM MUSDA (H – 2)

Sekitar ba’da Isya saya mendapat telepon  dari istriku tersayang yang mengatakan ada rekan rekan FKPBM yang sudah menunggu di rumah. Kebetulan saat itu saya sedang ada pekerjaan dengan rekan rekan GM FKPPI dan posisi saat itu sedang mengarah dari Cakung Cilincing menuju Bearland Matraman.

Akhirnya saya sampai di rumah jam 10 malam, dan tidak menyangka ternyata rekan rekan setia menunggu dirumah dari selepas isya.

Istri sempat bertanya ketika saya masuk kerumah sambil menggantung jaket, “ ada apa ya? Kok sampai ditunggu, saya jawab “ biasa kayak nggak tau aja?” kita sepertinya dikehendaki ambil peran dalam drama MUSDA besok siapkan skenario dan hayati peran secara mendalam tapi jangan dimasukan ke hati”, karena sinetronnya kurang menjual”. Jawab saya berseloroh dia tertawa, Alhamdulillah disela kepenatan badan diberi senyuman, MANTAP!!. Kembali ke Laptop…….

Tamu yang datang pada saat itu adalah Mas Untung DJ (OC MUSDA), Bang Andreas Sinay(SC MUSDA), Teguh (SC MUSDA) yang selanjutnya dalam cerita ini kemudian disebut sebagai OCSC , he he dah kayak gugatan Pengadilan aja , oh ya satu lagi  rekan Siswo yang kebetulan memang sedang ada pekerjaan dengan saya dalam suatu proyek juga hadir. Turut hadir juga senior Mas Budi, Rekan dari Jalan Selayar Saudara Tato.

Kami berkumpul diteras rumah beralas tikar dan Angin malam kucoba merenungi apa arti hidupku….. eit eit malah ngelantur jadi inget lagunya neng Nike Ardila semoga si Eneng mendapat tempat yang baik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya dan dimudahkan dalam perjalanan panjang berikutnya, aamiin, Oke saya lanjutkan tapi tunggu dulu saya minum dulu…….. aaaaah mantap sekali teh ini, teh Sungai Penuh Kerinci, manis manis jambu, hangat, tanggal muda perpaduan yang sempurna!!!, Oh ya sampai dimana tadi……… Oh ya OCSC jelas sekali vocal dan menceritakan bahwa fungsi mereka pada MUSDA tidak ada, mereka juga sepakat akan adanya perubahan dan mendukung rekan Siswo untuk maju sebagai Pengganti Ketua DPD lama. Setelah berbicara panjang lebar yang intinya rekan rekan ini dan  yang lainnya ingin adanya perubahan  akhirnya Rapat kecil ini bubar tepat jam 2 malam LUAR BIASA. Terasa sekali ada pemahaman tentang Organisasi yang mulai berkembang pada Mindset rekan rekan.

  1. 2.       SATU HARI SEBELUM MUSDA (H – 1)

Esoknya sabtu Rekan Siswo dan sebagian rekan rekan yang juga aktifis GM FKPPI merapat kerumah bukan untuk berbicara MUSDA tapi memang kebetulan kami sedang ada persiapan serangkaian kegiatan organisasi dan proyek bersama. Tapi akhirnya kamipun mulai sedikit berbicara tentang MUSDA FKPBM DKI. Pertanyaan kenapa MUSDA? Kan belum ada cabang, bagaimana organisasi dijalankan dengan Pengurus yang katanya belum ada SK nya? Sampai pada pengaturan skenario dan peran personil untuk MUSDA besok yang intinya keinginan untuk memberi warna dan pemahaman apa dan bagaimana Musyawarah suatu Organisasi seharusnya sampai pada wacana mencalonkan rekan Siswo Widianto menjadi Kandidat KETUA DPD DKI, karena pada kenyataannya rekan siswo ini juga terpilih sebagai BPH pada GM FKPPI DKI Jakarta. Akhirnya Skenario yang sedikit serius itu selesai dalam kerja satu malam oh indahnya kerja satu malam buatku melayang, aaaah ngelantur lagi.

Jika bicara kuantitas kami kalkulasi tidak akan menang karena yang kami yakini pro SISWO secara total hanya 18 Orang. Ada usulan untuk mengajak rekan rekan lainnya mungkin bisa sampai 200 orang atau lebih, katanya mumpung keanggotaan tidak bisa dibuktikan dengan KTA. Tapi saya katakan “ tidak perlu buang energy, itu namanya kita curang, santai aja kuenya juga belum matang seloroh saya. Kalau begitu kita kasih contoh jelek nanti organisasi ini bisa dimasuki siapa saja tanpa FIT and Proper test.

Lalu kami berbicara tentang  kemungkinan akan munculnya dalang tambahan pada MUSDA besok dan akhirnya berbicara untuk target lain yaitu menolak laporan Pertanggung Jawaban Ketua lama, tapi saya ingatkan jangan bikin kisruh cukup 2 orang saja yang lantang jangan semuanya, karena banyak yang sudah cukup umur, tinggi lalu turun, datar dan Pulang. Tapi kami secara kuantitas tetap yakin kalah dan tidak mau memaksakan memasukan tambahan personil,  cukup seadanya.

  1. 3.       MUSDA

Untuk menyingkat waktu saya tidak akan bercerita bagian awalnya. Tapi sssssst. Maaf saya cek dulu email sebentar siapa tahu ada yang penting sambil saya buat lagi Kopi untuk teman menulis saya, tunggu ya Jamaah oooh jamaaah……………………………………………………………………………………………………………..

Haloooo jangan bengong saya sudah kembali…Akhirnya tiba saat LPJ, ternyata benar LPJ ditolak dengan suara bulat, hebat juga jumlah sedikit tapi mampu membuat LPJ ditolak mungkin satu satunya di DUNIA dan Akhirat. Rapat Dead Lock antara tidak setuju ketua lama sebagai Kandidat dan yang setuju dengan ketua lama sebagai kandidat walaupun LPJ ditolak. Mungkin pemantau dari pihak luar saat itu juga terkekeh kekeh dibuatnya tapi ya bagaimana saya juga geli lebih  geli dari  sewaktu menonton OVJ yang beberapa anggota FKPBM juga terlibat dalam salah satu episodenya.

 Sampai akhirnya mulai terlihat sesuai prediksi semalam datangnya seorang figur yang akan mendekat dengan mengendap endap sama seperti rapat rapat Organisasi lainnya. Saya berbisik ke Mas Budi “ Ternyata Kang Uud  mas orang yang kita prediksi semalam bukannya Ahmad Fatonah”. Kalau Ahmad Fatonah mungkin ada beberapa cek yang akan mengalir ke kita ujar saya sambil senyum disambut senyum juga oleh Senior saya Mas Budi”.  Beliau mengusulkan terima saja opsi kedua biarkan floor memilih”. Kalau melihat kapasitas beliau yang juga kental dengan pengalaman organisasi sepertinya beliau sedang berpura pura tidak tahu tentang standar baku organisasi atau setidaknya beliau menginginkan agar tidak dead Lock tapi jelas beliau sedang berperan sebagai salah satu tokoh dalam drama ini. Yang juga sedang terhanyut dalam situasi, he he.

Akhirnya kami sepakat pada sesi berikut untuk menerima ketua lama sebagai KANDIDAT dengan pra syarat pengakuan kesalahan atas kegagalan kepengurusan dan kepemimpinan pada periode lalu, yang disetujui oleh floor. Aneh lagi….. semuanya terima aya aya wae, …….. Jadi saat itu dihadapan anggota dan peninjau dari luar KANDIDAT KETUA LAMA secara tegas mengakui kegagalan kepengurusan pada periode lalu. “ Lalu mas Budi berbisik kepada saya sambil senyum “ mengakui kegagalan tapi nanti akan terpilih lagi di”.  Saya balas senyum juga sambil ngomong “ mari kita berkemas mas budi, pelemnye dah mau abis.

Akhirnya vote sesuai prediksi KETUA LAMA terpilih lagi, Alhamdulillah suasana MUSDA yang tanpa cabang ini sudah mulai terlihat gregetnya mudah mudahan ini cikal bakal pembelajaran yang baik untuk kemajuan organisasi.

Jika merujuk kepada motto kesatuan Almarhum Bapak Mertua saya ada tiga pilar manajemen yang cukup mewakili teori manajemen Modern, setidaknya menurut saya secara pribadi : BERANI, BENAR, BERHASIL.

Ketua terpilih telah melakukan satu Hal yaitu BERANI mengakui kegagalan, namun TIDAK BENAR karena telah GAGAL, dan dengan ditolaknya LPJ tentu menunjukan TIDAK BERHASIL. Jadi Modal awal Ketua Terpilih amat sangat berat. Ini bukan berarti saya secara pribadi mempunyai kebencian dengan Mas Tunjung, Insya Allah Lillah billah TIDAK. Karena saya tahu persis kapasitas beliau yang juga aktif di beberapa Organisasi. Tapi jika dikaitkan dengan ORGANISASI pelaku kegagalan adalah kepengurusan secara Kolektif, tapi representasi tanggung jawab ada di KETUA. Dan yang perlu diingat SAHABAT adalah BUKAN YANG SELALU MEMBENARKAN TINDAKAN DAN PERKATAAN KITA TAPI  SAHABAT ADALAH ORANG YANG BERANI MENGATAKAN KEBENARAN KEPADA KITA.

Endingnya agak sedikit menjauh dari scenario kami, yang kami bayangkan Ketua lama mengakui kesalahan lalu mundur dari pencalonan dan memberikan calon kandidat lain untuk bersaing dalam bursa, sehingga bisa menjadi 2 atau 3 kandidat baru dalam voting. Tapi ya itu dia jelas perbedaan dengan peristiwa Cebongan, Prajurit gagah itu telah siap segalanya, siap salah, siap non aktif demi perjuangan. Semoga Allah ganti kesulitan ke sebelas Prajurit gagah Berani itu dengan berjuta kemudahan, aamiin, al fatihah.

Akhirnya kami pulang, lalu makan bersama disebuah warung ayam goreng bang kumis di depan Rumah Sakit Kesdam, lalu rekan rekan yang lain kembali ke alamnya masing masing, he he.

Dengan beratnya tantangan Organisasi ke depan ada beberapa pendapat dan saran saya bisa jadi tidak cocok atau bisa jadi cocok tergantung dari mana cara pandang masing masing, karena segala sesuatu terkadang  tergantung bagaimana cara pandang kita terhadap sesuatu itu ;

  1. Rekruitmen kepengurusan dengan pola yang benar THE RIGHT MAN ON THE RIGHT JOB. Selektif kepada figur yang mampu “berenang dan merenangi” sesuai janji akan membuat tangan FKPBM akan berada diatas bukan dibawah lagi untuk tahun ini. Jangan biarkan figur yang tidak bisa berenang dipaksa menyelamatkan orang yang tenggelam.
  2. Lakukan pola pembinaan dengan kaderisasi baik formil maupun non formil agar personil kepengurusan menjadi pribadi yang tegas, punya pendirian.
  3. Perbaiki Tata Organisasi secara administratif karena sampai saat ini banyak anggota yang tidak mempunyai KTA.  Sesuatu yang kecil tapi mempunyai implikasi hukum yang besar bagi anggota.
  4. Lakukan kerja sama dengan pihak eksternal dengan tetap menjaga harkat dan Martabat Organisasi.
  5. Kesemua hal diatas akan  memperkuat Organisasi secara  kualitas dan nantinya akan menambah kepedulian untuk bergabung dan meningkatkan secara kuantitas untuk meningkatkan posisi tawar Organisasi.
  6. Selektif dalam pemilihan anggota jangan serampangan khususnya untuk anggota diluar putra Asli Baret Merah mungkin bisa dengan Parameter :

–          Figur yang mempunyai pengalaman berorganisasi

–          Figur yang mempunyai kemapanan ilmu, materi, ide dan semangat dan mau terlibat tidak hanya untuk kepentingan sesaat

Jangan sampai sudah tidak qualified juga bukan putra Asli, kalau kata orang betawi dah blangsak tambah blangsak.

Khusus untuk niatan membuat CV dalam naungan FKPBM tolong dicermati ulang siapakah pemodalnya dan bagaimana kaitannya dengan Organisasi. CV secara aturan yang berlaku adalah bukan badan hukum yang dapat mempunyai asset, maka jika ada kerugian dan sampai menimbulkan Utang dengan pihak Luar Maka Harta Pribadi Pemilik dapat turut  menjadi sitaan untuk melunasi kerugian. Saran saya Upgrade saja menjadi PT, karena baru akan dimulai. Hati hati jangan sampai karena NILA SETITIK HILANG SUSU BEBERAPA KARDUS. Jangan salah mengambil sikap, karena kesalahan pengurus yang akan datang bisa jadi memberikan implikasi yang berbeda kepada KETUA SECARA PRIBADI.

Akhirul kalam, SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI REKAN DAN SAUDARAKU TUNJUNG TIDAR MENJADI KETUA DPD FKPBM DKI JAKARTA UNTUK PERIODE 2013 – 2017.

SAYA YAKIN AKAN MAMPU MENGAMBIL SIKAP TERHADAP KEGAGALAN, KARENA ORANG HEBAT ADALAH ORANG YANG MAMPU KELUAR DARI KEGAGALAN. 

 

CERITA INI ANGGAP SAJA ANGIN LALU………………………. NAMUN PESAN YANG DISAMPAIKAN ADALAH PESAN DARI KETULUSAN HATI SANG FAKIR YANG PEDULI TERHADAP ORGANISASI INI.