Ada ungkapan di wall pribadi jejaring sosial  seorang sahabat yang saya baca hari ini, yang kebetulan sahabat ini juga Alhamdulillah telah diikhlaskan Allah untuk berbagi sebagian rizkinya di Yayasan kami untuk yatim dan Fakir Miskin (semoga sahabat saya itu dan keluarganya selalu sehat panjang umur, dimudahkan rizkinya, dikabul semua doanya serta selalu berada dalam lindugan Allah, aamiin). Dan juga yang membaca tulisan ini semoga juga terinspirasi dan diinspirasikan oleh Allah untuk berbuat hal yang sama, berikut nomor rekening BADAN PENGELOLA SANTUNAN YAYASAN ALBAROKAT , 0339-01-057268-50-7 BRI Cabang Jakarta Pasar Minggu. Kalaupun belum berkesempatan dapat juga memberikan santunan kepada Fakir Miskol di nomor 0857 996 1957 atau di rekening Modem 0821 225 82144, Voucher atau pulsa  Elektrik pahalanya sama, tapi jangan sekali kali kirim pulsa ke nomor mamamu yang baru walaupun mama sedang dikantor Polisi.
Kalaupun semuanya belum berkesempatan, doaku tetap sama untukmu semoga selalu sehat panjang umur, mudah rizki, kabul semua doa dan selalu berada dalam lindungan Allah, Aamiin.
Oh ya saya kembali ke Laptop………………… perkataan Umar Bin Abdul Aziz yang kalau tidak salah sesuai pengetahuan yang saya dapat, beliau adalah  seorang khalifah di zamannya. “ Jadilah ulama, JIka tidak bisa, Jadilah penuntut ilmu, jika jadi penuntut ilmu tidak bisa, maka cintailah dia(ulama), jika mencintaipun tidak bisa maka janganlah membencinya.
Ungkapan ini bagi saya yang bodoh, memiliki setidaknya dua sasaran untuk bersikap, pertama untuk yang belum atau tidak bisa  menjadi, kepada yang sudah menjadi dan kedua dari yang sudah menjadi kepada yang belum atau tidak bisa menjadi. Dan yang pasti bukan kepada yang menjadi jadi jadian. Saya yakin yang membaca ini makin bingung karena saya sendiri juga bingung.  Baiklah kalau begitu akan saya coba translate kedalam bahasa yang waras. Pertama adalah sikap yang seharusnya dari……… anggap saja ….saya yang seharusnya terhadap  ulama,  dan kedua adalah sikap yang seharusnya dari seorang ulama kepada saya dan sikap itu semua didasari rasa tidak membenci  dengan atau tidak dengan cinta. Karena apa?! Karena ROCKER JUGA MANUSIA.
Kenapa saya jadi tiba tiba tertarik dengan tema ini, karena begitulah yang terjadi disekitar kita, ketika ada seseorang figur  yang sangat dikenal sebagai ulama , masyhur digandrungi khususnya kaum ibu sampai sampai fotonya terpampang dengan bingkai di salah satu sudut diruang tamu sementara foto suaminya ada dibelakang pintu, he he, tiba tiba saja berubah drastis menjadi figur  yang dijauhi atau mungkin dibenci karena berpoli pantai ooh maaf , maksud saya berpoligami secara diam diam, >>>>betul tidak?… atau ada figur Mubaligh yang melantunkan nada nada dakwah mendapat hujatan hanya karena menikah lagi dengan wanita cantik dan diam diam lagi dan ternyata kembali  menjadi sorotan media lalu kita berkata dalam hati “wooo…. Ow kamu ketahuan, menikah lagi dengan dirinya dan masuk TV…. Sungguh TER……………LA……………LU.
Atau ketika ketika mendengar, melihat berita di media tentang seorang ustad muda yang terlihat “sakti” mampu berburu layaknya GHOST BUSTERS lalu terlibat masalah karena dianggap “menipu” dengan praktek pengobatannya yang sangat mahal tanpa hasil, lalu kita berkata dalam hati “ dasar penjual ayat”!, (untuk yang satu ini saya dengan berat hati harus mengingatkan kepadanya semoga engkau bisa menolong orang dengan benar benar memberikan kemudahan, gunakan ilmu Allah yang kau punya untuk menolong makhluk Allah yang tak berpunya)
Ya ini mungkin nasihat untuk kita atau setidaknya saya jika menjadi orang awam harus bersikap seperti apa dan jika di takdirkan oleh Allah menjadi orang berilmu  juga harus mengerti bagaimana harus bersikap.
 Sungguh yang ditampakkan oleh Allah itu semua nasihat dengan sadar kita atau tidak.
Dasarilah dengan cinta atau tidak membenci agar mudah mengimani takdir, walaupun Takdir terkadang terlihat  kejam untuk seorang Desi Ratnasari dalam sebuah lagunya yang satu album dengan lagu tenda biru……
Kalau melihat contoh contoh pelaku dan peristiwa dalam tulisan ini  mungkin terlihat seperti  ada unsur kebencian saya terhadap pelaku pelaku dalam cerita ini. Tapi Insya Allah tidak!! atau setidaknya walaupun tidak cinta tapi juga tidak dengan benci. Kenapa tidak dengan cinta? Emangnye kite hombreng yang seneng lekong………………………………
Ya semoga Allah jadikan aku makhluk yang siap dalam kondisi apapun, bagaimanapun, menjadi apapun, dimanapun, sampai kapanpun dengan cinta dan keyakinan kuat ILAHI ANTA MAKSUDI WA RIDHOKA MATHLUBI , Ya Ilahi Engkau tujuanku dan ridhoMU yang aku tuju.
Jika ada terbersit ketersinggungan karena membaca tulisan ini saya mohonkan maaf yang sebesar besarnya, karena sahabat aadalah bukan yang membenarkan tindakan dan ucapan kita tetapi sahabat adalah yang menceritakan kebenaran kepada kita.
Sekali lagi jika ada sahabat yang ingin membantu yatim dan Fakir miskin di Yayasan kami dapat mengirimkan ke rekening  BADAN PENGELOLA SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA YAYASAN AL BAROKAT 0339-01-057268-50-7 BRI Cabang Jakarta Pasar Minggu. Dan jika ada yang mempunyai program pemberdayaan yatim dan fakir miskin dalam bentuk pelatihan atau apapun kami sangat berterima kasih sekali untuk berbagi informasinya di e-mail : adibustian@gmail.com atau di no 0857 996 1953.