Raga terjaga ketika hati masih terlelap

Sehingga salah arti akan cinta, ketika akal menjadi kalap

Kugali dengan bertanya  jujur dalam hati, tersenyumlah sang nafsu “akulah cinta itu katanya”!!.

Aku yang memberimu nafas dalam cintamu, karena kulihat kau kesepian dan menyendiri tanpa Tuhanmu.

Ya aku bernafsu pada ketinggian disaat aku mendaki, agar mampu kulihat apapun dari atas sana, sampai aku lupa pakaian putihku menjadi lusuh dan porak poranda, auratku terbuka, dengan ragaku yang sadar walau hati sudah jatuh terkapar.

Cintaku terhempas, pecahannya hitam kelam ketika kebenaran kumaki untuk menjauh hanya karena dia datang dengan pakaian lusuh tak berharga…..

Aku hanya Manusia, maka selesai sudah episode ini. Dan  esok kan berulang.

Sesederhana itukan mengingkari Tuhan? Dengan akal dan nafsu yang Tuhan berikan? Pembenaran bukanlah kebenaran.