Satu batu, dua hati dariku

Satu senyum, menghampar jiwaku

Ketika langit ku anggap tidak berbatas, binasalah batasnya

Ketika laut membayang menenggelamkan matahari, kubuat batas pandanganku.

Binasalah akhirnya, binasalah ujungnya karena hanya satu yang maha kekal, tiada yang lain.

Senyumkah binasamu? atau sedihkah binasaku? Kucoba siap untuk kepastian, agar senyumku ikhlas dikala semua yang berbatas terdiam ketika Sang Pasti mengetuk lalu  berucap semuanya tuntas……………….