Hari ini mungkin sama, tapi hari esok seharusnya berbeda. Diam, kelam, sepi sunyi  terkadang suara membelah duka. Berhala, berhala kau masih dipuja, kau masih  menghias sebuah ruang kecil dalam hati. Engkau keluar masuk sesuai ingin dan keinginanku sesuai iman dan kealpaanku. Berhala Harta, berhala hormat, berhala pujian, berhala kesombongan, berhala jabatan, bahkan terkadang engkau datang dengan kain serba putih, mengganggu ke khusyukan zikirku, agar esok semua orang terlihat hitam olehku. Sebaiknya engkau pergi hari ini aku mencoba memutih karena PenciptaKU, bukan karena guratan penamu.Jika engkau belum pergi  Duduklah engkau disampingku wahai berhala karena kau dan aku adalah makhluk yang akan ada batasnya. aku tahu tugasmu adalah aku, walau terkadang aku lupa tugas aku terhadapmu. Ya robb, kuatkan hati walau dengan  sedikit ilmu, bukan karena Engkau tak memberi hanya karena aku terlena untuk tidak menambah. Ya robb Izinkan ku makmumkan diriku untuk berjalan ke arahmu. Ya Robb jauhkan aku dari rasa benar yang menjerumuskan, rasa iman yang membutakan, rasa pintar yang membodohkan, rasa kaya yang memiskinkan, rasa tinggi yang merendahkan, rasa kenyang yang melaparkan, Izinkan aku  berjalan masih dengan perlahan kearahMU karena untuk berlari belum sanggup aku lakukan, jadikan aku makhluk yang tau bahwa ciptaan bisa dimusnahkan, titipan bisa dikembalikan, dan hidup bisa dimatikan, jadikan aku makhluk yang bersyukur dalam sempat maupun sempit, dalam sehat atau sakit, dalam lebih ataupun sulit, dalam fananya Dunia yang kian rumit. amiin.