Latest Entries »

Ketika hujan berderai, seberapa ikhlas aku menanti pelangi

Dan ketika waktu itu datang, ku yakin pelangi tak abadi karena Sang kekal hanya satu tak ada yang lain.

Ku berharap guratan PenaNya menggurat hatiku agar akhir yang Dia siapkan untukku secerah pelangi, sesejuk hujan, dan bersinar laksana mentari.

Duhai Zat yang tak berbatas arah, ruang dan waktu jadikan hati ini tak ada rongga lagi untuk angkara, angkuh, dan tipuan keimanan yang membutakan.

Dan dari indahnya Pelangi yang tak abadi………….

 

New PictureAlhamdulillah salah satu organisasi putra putri tentara telah kembali berhasil mengangkat Ketua PD DKI yang baru dengan suara bulat pada MUSDA DKI yang dilangsungkan 30 Juni 2013. Terpilih kembali Ketua Periode sebelumnya rekan dan saudaraku Tunjung Tidar semoga bisa mengemban amanah seamanah mungkin dan semoga selalu diberi sehat panjang umur, mudah rizki, kabul hajat hasil maksud, aamiin.

Ada yang unik jika saya harus bercerita tentang beberapa fakta yang terjadi setidaknya adalah pengalaman saya menjadi anggota organisasi ini. Yang mungkin akan saya deskripsikan agak panjang tapi saya yakinkan tidak akan dipecah menjadi beberapa episode panjang seperti sinetron “TUKANG BUBUR NAIK HAJI”, tapi paling tidak jika ada tokoh tokoh dalam cerita yang  merepresentasikan “Haji Muhidin” mudah mudahan “endingnya” akan sama, BERUBAH KEARAH YANG LEBIH BAIK.

JATUH HATI PADA PANDANGAN PERTAMA

Pada persiapan acara HUT FKPBM DKI KE 2 dan acara bakti sosial Donor Darah saya jatuh hati pada organisasi ini walau belum kenal lama, tapi sepertinya aura yang memancar dari namanya yang menggunakan kata “BARET MERAH” membuat saya terkulai lemas tidak berdaya. Saya terpikat seperti terpikatnya seorang lelaki bertemu dengan wanita cantik didalam bis kota seminggu yang lalu, lalu saya beri tempat dudukku dan kitapun berkenalan, …… eit…. eit maaf, kalau diteruskan nama saya bisa berubah menjadi Adi Agam dua kata penggabungan antara Adi …….. saya dan Agam atau Aip salah satu rekan dan saudara di FKPBM yang mahir memainkan organ dalam setiap perhelatan organisasi, Semoga Juga rekan yang satu ini selalu sehat, panjang umur, kabul hajat hasil maksud, aamiin.

Ya begitulah aku terpikat, masuk perangkap apa daya asmara sudah melekat, juwita malam siapakah gerangan puan, juwita malam dari bulankah puan? Sepertinya saya menjadi terlalu melo tapi begitulah seorang jagoan bertato pun akan menjadi luluh jika sudah jatuh hati apalagi saya jagoan bukan, tentara bukan, superman bukan hanya seorang Adi Bustian Salim yang amat cinta dengan organisasi ini yang InsyaAllah setulus hati tanpa basa basi, tanpa intrik mencari materi disini, karena RUMAHKU ADALAH ISTANAKU MAKA AKAN KUCARI DILUAR LALU AKU AKAN BAGIKAN RIZKI ITU KE DALAM PENGHUNINYA. JENG JENG JENG…………….!!!!!

KETIKA JUWITAKU KUPELAJARI SETIAP JENGKAL TUBUHNYA.

Akhirnya resmilah saya menjadi anggota organisasi ini  ditingkat DKI Jakarta dengan segala konsekwensinya kalau dianalogikan seperti seorang pria yang mengambil keputusan untuk menikah dibawah tangan dengan wanita yang ditemuinya dalam perjalanan  kereta ke Surabaya, Ya begitulah sampai saat ini saya secara De Facto saja menjadi anggota tapi akte Nikah masih diproses oleh penghulu, dan sepertinya penghulunya kabur membawa uang administrasi yang disetor, he he.

Dalam perjalanan juwita itu ternyata susah bangun pagi, maka saya bangunkan dia setiap pagi walau akhirnya dia tidur lagi, dia juga ternyata mendengkur ketika tertidur saya tutup mulutnya walau beberapa saat akhirnya mendengkur lagi ya begitulah kalau sudah cinta apa mau dikata. Tapi maaf ini analogi terhadap  keduniawian karena pernikahan yang sebenarnya adalah pernikahan yang sarat nilai ukhrowi setidaknya itu kata ustad Sanusi. Lalu apa yang saya tangkap pada perjalanan awal bercumbu dengan Organisasi ini ;

  1. Organisasi ini perlu lebih untuk belajar tentang apa itu organisasi melalui apa? Kaderisasi yang pasti ! agar upgrade organisasi yang pada mulanya berawal dari paguyuban menjadi organisasi yang mempunyai legalitas membuahkan hasil.  Upgrade Procesor, memory, software sehingga menjadi satu unit computer canggih pelan pelan harus segera dilaksanakan.
  2. Personil baik Pendiri, anggota pengurus dan lainnya harus mampu menempatkan organisasi menjadi wadah bersama dengan profesional dan proporsional. Salah adalah salah, Benar adalah benar karena membedakan mana benar mana salah tidak sesulit menjawab pertanyaan “Mana lebih dulu ayam atau telur?”.    Jangan ada kata “ saya ini pendiri “, jika melihat sejarah bangsa ini berdiri yang dirumuskan oleh KH, Agus Salim, Hatta dan Sukarno dan yang lainnya maka kita bisa tahu tidak pernah ada pengakuan bahwa Republik ini adalah milik mereka. Mereka semua rumuskan itu untuk rakyat Indonesia secara keseluruhan baik yang punya KTP maupun yang tidak.

PERISTIWA YANG MEN”AKRABKAN” SAYA DENGAN IBU SANG JUWITA

Dalam Perjalanan waktu akhirnya saya diterima keberadaannya di Organisasi ini secara umum, terlibat dalam proses perencanaan satu event besar yang ada kaitannya dengan PILKADA Jabar walau even hanya tinggal kenangan yang pergi terbawa angin. Sampai akhirnya terlibat dalam persiapan HUT DASAWARSA Organisasi. Alhamdulillah dalam perjalanan itu atas masukan beberapa anggota telah mampu merumuskan Draft WEBSITE Organisasi dan system Komputerisasi Keanggotaan. Dan Perhelatan HUT Dasawarsa mampu dilaksanakan secara khidmat dan bersahaja karena upaya keras semua rekan rekan yang terlibat didalamnya.

Disela rapat rapat persiapan HUT FKPBM Ke X ada kejadian yang unik sekaligus menggelitik, saya terima SMS dari rekan dan saudaraku Ricky untuk dapat hadir pada pertemuan tertutup di Sekretariat Pengurus Pusat FKPBM. Tanpa merasa ada hal yang ganjil saya hadir saat itu dengan asumsi pertemuan itu adalah sesi rapat persiapan HUT FKPBM, Akhirnya saya siapkan seluruh materinya, lap top, Infocus dan seabreg peralatan lenong lainnya menuju sekretariat DPP.

Sekitar jam Delapan malam saya dan istri sampai disana, bertemu dengan senior “Mas Kustar” yang ada dibawah tangga dan pada sesi rapat yang hadir adalah Saudara saudaraku Andreas Sinay, Ujang Mardani, Ricky, Eko Narse. Saya sempat bertanya “ Ini rapat apa kok Cuma segini orangnya?” Dijawab oleh salah satu rekan Eko Narse “ Biasa mas Adi kumpul kumpul aja sudah lama kita nggak ngumpul”. Tidak lama berselang datang Saudaraku lainya Siswo yang katanya juga mendapat Panggilan untuk dapat datang ke rapat.

Melihat seluruh anggota yang hadir adalah anggota DKI Jakarta saya agak curiga lalu saya bilang kalau mengenai DPD DKI saya bukan pengurus jadi tidak ada kapasitas apapun saya disini apalagi ini rapat di DPP bukan sebaiknya dilakukan di sekreariat DPD. Tapi kalau ini rapat persiapan HUT saya ada kapasitasnya walaupun bukan pengurus PP karena saya adalah bagian dari Panitia HUT yang ditunjuk KETUM Bang Agus Suwandi.

Akhirnya mereka mulai membahas hal tentang bagaimana teknis “melengserkan” Ketua DPD DKI Mas Tunjung Tidar dalam rapat itu  mulai dari mosi tidak percaya dan boikot dan saya diminta pendapatnya tentang itu. Di rapat itu saudara Andreas, Eko Narse dan Ujang Mardani sangat vokal sekali menyatakan pendapat tentang ketidak setujuan kepengurusan DPD DKI Jakarta.

Mulai dari pelaksanaan FUN BIKE yang carut marut soal keuangan sementara saya sendiri tidak tahu menahu tentang acara itu, tentang bagaimana DPD DKI sekarang hanya dikuasai segelintir orang.  Ketika saya dimintakan pendapat saya katakan “ saya bukan pengurus dan tidak punya kapasitas untuk itu, sebaiknya rekan rekan melihat lagi aturan Organisasi dan dikonsultasikan dengan pengurus di DPP”.

Beda pendapat boleh tapi harus taat konstitusi Organisasi tolong pahami aturan berorganisasi secara umum. Jika kejadian yang rekan rekan sampaikan memang begitu adanya ya untuk apa buang energy toh kepengurusan juga sebentar lagi selesai, biar nanti ada pemilihan baru. Alhamdulillah saudara Siswo juga sependapat dengan saya.

Tapi sepertinya ketiga orang ini sudah bulat pada pendiriannya, ya saya undur diri dari rapat karena memang tidak mau mikir terlalu berat untuk hal yang satu ini, lebih baik pusatkan konsentrasi untuk cari rizki besok pagi.

Apa yang saya tangkap dengan kejadian itu :

  1. Ketiga rekan saya tadi sepertinya tidak paham betul tata cara berorganisasi.
  2. Bisa Jadi Ketiga Orang tadi adalah representasi dari kekecewaan tapi saya juga tidak tahu kekecewaan yang bagaimana.
  3. Ketiga orang tadi adalah figur yang “gamang” dan kurang percaya diri dan tidak punya pendirian teguh, dan saya yakini sekarang boleh A besok juga B besoknya lagi C minggu depan D jadinya ABCD (Abri Bukan Cepak Doang), he he
  4. Ketiga orang tadi dalam kapasitas sebagai pengurus tapi mengkritisi kepengurusan nah lho? Bingungkan pelaku mengkritisi kelakuannya, aya aya wae…….

Akhirnya saya, Istri dan rekan Siswo pulang dengan senyum senyum sendiri, lalu mampir diwarung makan karena kebetulan usus kami sudah mulai berdenyut.

DRAMA MUSDA DPD DKI JAKARTA

MUSDA bagi organisasi lain adalah musyawarah yang diwakili cabang cabang yang ada dibawah Pengurus Daerah. Tapi untuk DPD FKPBM DKI yang belum mempunyai cabang Musyawarah ini dihadiri oleh  anggota DKI Jakarta yang kurang lebih ada sekitar 54 orang. Akhirnya saya bisa bertemu dengan anggota riil Organisasi yang mungkin secara de Facto berjumlah 54 Orang itu. LUAR BIASA dengan kuantitas 54 orang mampu membuat terpikatnya pihak luar untuk merapat dalam persiapan PEMILU 2014.  Jika dulu orang tua kita adalah prajurit yang 1 berbanding 10 dengan sipil atau bahkan lebih setidaknya kita sudah mampu mewujudkan hal ini dalam dimensi yang berbeda.

Ada juga kejadian unik dan menggelitik pada beberapa hari sebelum dilakukannya MUSDA mungkin dapat saya rangkum kurang lebihnya seperti ini :

  1. 1.       DUA HARI SEBELUM MUSDA (H – 2)

Sekitar ba’da Isya saya mendapat telepon  dari istriku tersayang yang mengatakan ada rekan rekan FKPBM yang sudah menunggu di rumah. Kebetulan saat itu saya sedang ada pekerjaan dengan rekan rekan GM FKPPI dan posisi saat itu sedang mengarah dari Cakung Cilincing menuju Bearland Matraman.

Akhirnya saya sampai di rumah jam 10 malam, dan tidak menyangka ternyata rekan rekan setia menunggu dirumah dari selepas isya.

Istri sempat bertanya ketika saya masuk kerumah sambil menggantung jaket, “ ada apa ya? Kok sampai ditunggu, saya jawab “ biasa kayak nggak tau aja?” kita sepertinya dikehendaki ambil peran dalam drama MUSDA besok siapkan skenario dan hayati peran secara mendalam tapi jangan dimasukan ke hati”, karena sinetronnya kurang menjual”. Jawab saya berseloroh dia tertawa, Alhamdulillah disela kepenatan badan diberi senyuman, MANTAP!!. Kembali ke Laptop…….

Tamu yang datang pada saat itu adalah Mas Untung DJ (OC MUSDA), Bang Andreas Sinay(SC MUSDA), Teguh (SC MUSDA) yang selanjutnya dalam cerita ini kemudian disebut sebagai OCSC , he he dah kayak gugatan Pengadilan aja , oh ya satu lagi  rekan Siswo yang kebetulan memang sedang ada pekerjaan dengan saya dalam suatu proyek juga hadir. Turut hadir juga senior Mas Budi, Rekan dari Jalan Selayar Saudara Tato.

Kami berkumpul diteras rumah beralas tikar dan Angin malam kucoba merenungi apa arti hidupku….. eit eit malah ngelantur jadi inget lagunya neng Nike Ardila semoga si Eneng mendapat tempat yang baik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya dan dimudahkan dalam perjalanan panjang berikutnya, aamiin, Oke saya lanjutkan tapi tunggu dulu saya minum dulu…….. aaaaah mantap sekali teh ini, teh Sungai Penuh Kerinci, manis manis jambu, hangat, tanggal muda perpaduan yang sempurna!!!, Oh ya sampai dimana tadi……… Oh ya OCSC jelas sekali vocal dan menceritakan bahwa fungsi mereka pada MUSDA tidak ada, mereka juga sepakat akan adanya perubahan dan mendukung rekan Siswo untuk maju sebagai Pengganti Ketua DPD lama. Setelah berbicara panjang lebar yang intinya rekan rekan ini dan  yang lainnya ingin adanya perubahan  akhirnya Rapat kecil ini bubar tepat jam 2 malam LUAR BIASA. Terasa sekali ada pemahaman tentang Organisasi yang mulai berkembang pada Mindset rekan rekan.

  1. 2.       SATU HARI SEBELUM MUSDA (H – 1)

Esoknya sabtu Rekan Siswo dan sebagian rekan rekan yang juga aktifis GM FKPPI merapat kerumah bukan untuk berbicara MUSDA tapi memang kebetulan kami sedang ada persiapan serangkaian kegiatan organisasi dan proyek bersama. Tapi akhirnya kamipun mulai sedikit berbicara tentang MUSDA FKPBM DKI. Pertanyaan kenapa MUSDA? Kan belum ada cabang, bagaimana organisasi dijalankan dengan Pengurus yang katanya belum ada SK nya? Sampai pada pengaturan skenario dan peran personil untuk MUSDA besok yang intinya keinginan untuk memberi warna dan pemahaman apa dan bagaimana Musyawarah suatu Organisasi seharusnya sampai pada wacana mencalonkan rekan Siswo Widianto menjadi Kandidat KETUA DPD DKI, karena pada kenyataannya rekan siswo ini juga terpilih sebagai BPH pada GM FKPPI DKI Jakarta. Akhirnya Skenario yang sedikit serius itu selesai dalam kerja satu malam oh indahnya kerja satu malam buatku melayang, aaaah ngelantur lagi.

Jika bicara kuantitas kami kalkulasi tidak akan menang karena yang kami yakini pro SISWO secara total hanya 18 Orang. Ada usulan untuk mengajak rekan rekan lainnya mungkin bisa sampai 200 orang atau lebih, katanya mumpung keanggotaan tidak bisa dibuktikan dengan KTA. Tapi saya katakan “ tidak perlu buang energy, itu namanya kita curang, santai aja kuenya juga belum matang seloroh saya. Kalau begitu kita kasih contoh jelek nanti organisasi ini bisa dimasuki siapa saja tanpa FIT and Proper test.

Lalu kami berbicara tentang  kemungkinan akan munculnya dalang tambahan pada MUSDA besok dan akhirnya berbicara untuk target lain yaitu menolak laporan Pertanggung Jawaban Ketua lama, tapi saya ingatkan jangan bikin kisruh cukup 2 orang saja yang lantang jangan semuanya, karena banyak yang sudah cukup umur, tinggi lalu turun, datar dan Pulang. Tapi kami secara kuantitas tetap yakin kalah dan tidak mau memaksakan memasukan tambahan personil,  cukup seadanya.

  1. 3.       MUSDA

Untuk menyingkat waktu saya tidak akan bercerita bagian awalnya. Tapi sssssst. Maaf saya cek dulu email sebentar siapa tahu ada yang penting sambil saya buat lagi Kopi untuk teman menulis saya, tunggu ya Jamaah oooh jamaaah……………………………………………………………………………………………………………..

Haloooo jangan bengong saya sudah kembali…Akhirnya tiba saat LPJ, ternyata benar LPJ ditolak dengan suara bulat, hebat juga jumlah sedikit tapi mampu membuat LPJ ditolak mungkin satu satunya di DUNIA dan Akhirat. Rapat Dead Lock antara tidak setuju ketua lama sebagai Kandidat dan yang setuju dengan ketua lama sebagai kandidat walaupun LPJ ditolak. Mungkin pemantau dari pihak luar saat itu juga terkekeh kekeh dibuatnya tapi ya bagaimana saya juga geli lebih  geli dari  sewaktu menonton OVJ yang beberapa anggota FKPBM juga terlibat dalam salah satu episodenya.

 Sampai akhirnya mulai terlihat sesuai prediksi semalam datangnya seorang figur yang akan mendekat dengan mengendap endap sama seperti rapat rapat Organisasi lainnya. Saya berbisik ke Mas Budi “ Ternyata Kang Uud  mas orang yang kita prediksi semalam bukannya Ahmad Fatonah”. Kalau Ahmad Fatonah mungkin ada beberapa cek yang akan mengalir ke kita ujar saya sambil senyum disambut senyum juga oleh Senior saya Mas Budi”.  Beliau mengusulkan terima saja opsi kedua biarkan floor memilih”. Kalau melihat kapasitas beliau yang juga kental dengan pengalaman organisasi sepertinya beliau sedang berpura pura tidak tahu tentang standar baku organisasi atau setidaknya beliau menginginkan agar tidak dead Lock tapi jelas beliau sedang berperan sebagai salah satu tokoh dalam drama ini. Yang juga sedang terhanyut dalam situasi, he he.

Akhirnya kami sepakat pada sesi berikut untuk menerima ketua lama sebagai KANDIDAT dengan pra syarat pengakuan kesalahan atas kegagalan kepengurusan dan kepemimpinan pada periode lalu, yang disetujui oleh floor. Aneh lagi….. semuanya terima aya aya wae, …….. Jadi saat itu dihadapan anggota dan peninjau dari luar KANDIDAT KETUA LAMA secara tegas mengakui kegagalan kepengurusan pada periode lalu. “ Lalu mas Budi berbisik kepada saya sambil senyum “ mengakui kegagalan tapi nanti akan terpilih lagi di”.  Saya balas senyum juga sambil ngomong “ mari kita berkemas mas budi, pelemnye dah mau abis.

Akhirnya vote sesuai prediksi KETUA LAMA terpilih lagi, Alhamdulillah suasana MUSDA yang tanpa cabang ini sudah mulai terlihat gregetnya mudah mudahan ini cikal bakal pembelajaran yang baik untuk kemajuan organisasi.

Jika merujuk kepada motto kesatuan Almarhum Bapak Mertua saya ada tiga pilar manajemen yang cukup mewakili teori manajemen Modern, setidaknya menurut saya secara pribadi : BERANI, BENAR, BERHASIL.

Ketua terpilih telah melakukan satu Hal yaitu BERANI mengakui kegagalan, namun TIDAK BENAR karena telah GAGAL, dan dengan ditolaknya LPJ tentu menunjukan TIDAK BERHASIL. Jadi Modal awal Ketua Terpilih amat sangat berat. Ini bukan berarti saya secara pribadi mempunyai kebencian dengan Mas Tunjung, Insya Allah Lillah billah TIDAK. Karena saya tahu persis kapasitas beliau yang juga aktif di beberapa Organisasi. Tapi jika dikaitkan dengan ORGANISASI pelaku kegagalan adalah kepengurusan secara Kolektif, tapi representasi tanggung jawab ada di KETUA. Dan yang perlu diingat SAHABAT adalah BUKAN YANG SELALU MEMBENARKAN TINDAKAN DAN PERKATAAN KITA TAPI  SAHABAT ADALAH ORANG YANG BERANI MENGATAKAN KEBENARAN KEPADA KITA.

Endingnya agak sedikit menjauh dari scenario kami, yang kami bayangkan Ketua lama mengakui kesalahan lalu mundur dari pencalonan dan memberikan calon kandidat lain untuk bersaing dalam bursa, sehingga bisa menjadi 2 atau 3 kandidat baru dalam voting. Tapi ya itu dia jelas perbedaan dengan peristiwa Cebongan, Prajurit gagah itu telah siap segalanya, siap salah, siap non aktif demi perjuangan. Semoga Allah ganti kesulitan ke sebelas Prajurit gagah Berani itu dengan berjuta kemudahan, aamiin, al fatihah.

Akhirnya kami pulang, lalu makan bersama disebuah warung ayam goreng bang kumis di depan Rumah Sakit Kesdam, lalu rekan rekan yang lain kembali ke alamnya masing masing, he he.

Dengan beratnya tantangan Organisasi ke depan ada beberapa pendapat dan saran saya bisa jadi tidak cocok atau bisa jadi cocok tergantung dari mana cara pandang masing masing, karena segala sesuatu terkadang  tergantung bagaimana cara pandang kita terhadap sesuatu itu ;

  1. Rekruitmen kepengurusan dengan pola yang benar THE RIGHT MAN ON THE RIGHT JOB. Selektif kepada figur yang mampu “berenang dan merenangi” sesuai janji akan membuat tangan FKPBM akan berada diatas bukan dibawah lagi untuk tahun ini. Jangan biarkan figur yang tidak bisa berenang dipaksa menyelamatkan orang yang tenggelam.
  2. Lakukan pola pembinaan dengan kaderisasi baik formil maupun non formil agar personil kepengurusan menjadi pribadi yang tegas, punya pendirian.
  3. Perbaiki Tata Organisasi secara administratif karena sampai saat ini banyak anggota yang tidak mempunyai KTA.  Sesuatu yang kecil tapi mempunyai implikasi hukum yang besar bagi anggota.
  4. Lakukan kerja sama dengan pihak eksternal dengan tetap menjaga harkat dan Martabat Organisasi.
  5. Kesemua hal diatas akan  memperkuat Organisasi secara  kualitas dan nantinya akan menambah kepedulian untuk bergabung dan meningkatkan secara kuantitas untuk meningkatkan posisi tawar Organisasi.
  6. Selektif dalam pemilihan anggota jangan serampangan khususnya untuk anggota diluar putra Asli Baret Merah mungkin bisa dengan Parameter :

–          Figur yang mempunyai pengalaman berorganisasi

–          Figur yang mempunyai kemapanan ilmu, materi, ide dan semangat dan mau terlibat tidak hanya untuk kepentingan sesaat

Jangan sampai sudah tidak qualified juga bukan putra Asli, kalau kata orang betawi dah blangsak tambah blangsak.

Khusus untuk niatan membuat CV dalam naungan FKPBM tolong dicermati ulang siapakah pemodalnya dan bagaimana kaitannya dengan Organisasi. CV secara aturan yang berlaku adalah bukan badan hukum yang dapat mempunyai asset, maka jika ada kerugian dan sampai menimbulkan Utang dengan pihak Luar Maka Harta Pribadi Pemilik dapat turut  menjadi sitaan untuk melunasi kerugian. Saran saya Upgrade saja menjadi PT, karena baru akan dimulai. Hati hati jangan sampai karena NILA SETITIK HILANG SUSU BEBERAPA KARDUS. Jangan salah mengambil sikap, karena kesalahan pengurus yang akan datang bisa jadi memberikan implikasi yang berbeda kepada KETUA SECARA PRIBADI.

Akhirul kalam, SELAMAT ATAS TERPILIHNYA KEMBALI REKAN DAN SAUDARAKU TUNJUNG TIDAR MENJADI KETUA DPD FKPBM DKI JAKARTA UNTUK PERIODE 2013 – 2017.

SAYA YAKIN AKAN MAMPU MENGAMBIL SIKAP TERHADAP KEGAGALAN, KARENA ORANG HEBAT ADALAH ORANG YANG MAMPU KELUAR DARI KEGAGALAN. 

 

CERITA INI ANGGAP SAJA ANGIN LALU………………………. NAMUN PESAN YANG DISAMPAIKAN ADALAH PESAN DARI KETULUSAN HATI SANG FAKIR YANG PEDULI TERHADAP ORGANISASI INI.

ROCKER JUGA MANUSIA

Ada ungkapan di wall pribadi jejaring sosial  seorang sahabat yang saya baca hari ini, yang kebetulan sahabat ini juga Alhamdulillah telah diikhlaskan Allah untuk berbagi sebagian rizkinya di Yayasan kami untuk yatim dan Fakir Miskin (semoga sahabat saya itu dan keluarganya selalu sehat panjang umur, dimudahkan rizkinya, dikabul semua doanya serta selalu berada dalam lindugan Allah, aamiin). Dan juga yang membaca tulisan ini semoga juga terinspirasi dan diinspirasikan oleh Allah untuk berbuat hal yang sama, berikut nomor rekening BADAN PENGELOLA SANTUNAN YAYASAN ALBAROKAT , 0339-01-057268-50-7 BRI Cabang Jakarta Pasar Minggu. Kalaupun belum berkesempatan dapat juga memberikan santunan kepada Fakir Miskol di nomor 0857 996 1957 atau di rekening Modem 0821 225 82144, Voucher atau pulsa  Elektrik pahalanya sama, tapi jangan sekali kali kirim pulsa ke nomor mamamu yang baru walaupun mama sedang dikantor Polisi.
Kalaupun semuanya belum berkesempatan, doaku tetap sama untukmu semoga selalu sehat panjang umur, mudah rizki, kabul semua doa dan selalu berada dalam lindungan Allah, Aamiin.
Oh ya saya kembali ke Laptop………………… perkataan Umar Bin Abdul Aziz yang kalau tidak salah sesuai pengetahuan yang saya dapat, beliau adalah  seorang khalifah di zamannya. “ Jadilah ulama, JIka tidak bisa, Jadilah penuntut ilmu, jika jadi penuntut ilmu tidak bisa, maka cintailah dia(ulama), jika mencintaipun tidak bisa maka janganlah membencinya.
Ungkapan ini bagi saya yang bodoh, memiliki setidaknya dua sasaran untuk bersikap, pertama untuk yang belum atau tidak bisa  menjadi, kepada yang sudah menjadi dan kedua dari yang sudah menjadi kepada yang belum atau tidak bisa menjadi. Dan yang pasti bukan kepada yang menjadi jadi jadian. Saya yakin yang membaca ini makin bingung karena saya sendiri juga bingung.  Baiklah kalau begitu akan saya coba translate kedalam bahasa yang waras. Pertama adalah sikap yang seharusnya dari……… anggap saja ….saya yang seharusnya terhadap  ulama,  dan kedua adalah sikap yang seharusnya dari seorang ulama kepada saya dan sikap itu semua didasari rasa tidak membenci  dengan atau tidak dengan cinta. Karena apa?! Karena ROCKER JUGA MANUSIA.
Kenapa saya jadi tiba tiba tertarik dengan tema ini, karena begitulah yang terjadi disekitar kita, ketika ada seseorang figur  yang sangat dikenal sebagai ulama , masyhur digandrungi khususnya kaum ibu sampai sampai fotonya terpampang dengan bingkai di salah satu sudut diruang tamu sementara foto suaminya ada dibelakang pintu, he he, tiba tiba saja berubah drastis menjadi figur  yang dijauhi atau mungkin dibenci karena berpoli pantai ooh maaf , maksud saya berpoligami secara diam diam, >>>>betul tidak?… atau ada figur Mubaligh yang melantunkan nada nada dakwah mendapat hujatan hanya karena menikah lagi dengan wanita cantik dan diam diam lagi dan ternyata kembali  menjadi sorotan media lalu kita berkata dalam hati “wooo…. Ow kamu ketahuan, menikah lagi dengan dirinya dan masuk TV…. Sungguh TER……………LA……………LU.
Atau ketika ketika mendengar, melihat berita di media tentang seorang ustad muda yang terlihat “sakti” mampu berburu layaknya GHOST BUSTERS lalu terlibat masalah karena dianggap “menipu” dengan praktek pengobatannya yang sangat mahal tanpa hasil, lalu kita berkata dalam hati “ dasar penjual ayat”!, (untuk yang satu ini saya dengan berat hati harus mengingatkan kepadanya semoga engkau bisa menolong orang dengan benar benar memberikan kemudahan, gunakan ilmu Allah yang kau punya untuk menolong makhluk Allah yang tak berpunya)
Ya ini mungkin nasihat untuk kita atau setidaknya saya jika menjadi orang awam harus bersikap seperti apa dan jika di takdirkan oleh Allah menjadi orang berilmu  juga harus mengerti bagaimana harus bersikap.
 Sungguh yang ditampakkan oleh Allah itu semua nasihat dengan sadar kita atau tidak.
Dasarilah dengan cinta atau tidak membenci agar mudah mengimani takdir, walaupun Takdir terkadang terlihat  kejam untuk seorang Desi Ratnasari dalam sebuah lagunya yang satu album dengan lagu tenda biru……
Kalau melihat contoh contoh pelaku dan peristiwa dalam tulisan ini  mungkin terlihat seperti  ada unsur kebencian saya terhadap pelaku pelaku dalam cerita ini. Tapi Insya Allah tidak!! atau setidaknya walaupun tidak cinta tapi juga tidak dengan benci. Kenapa tidak dengan cinta? Emangnye kite hombreng yang seneng lekong………………………………
Ya semoga Allah jadikan aku makhluk yang siap dalam kondisi apapun, bagaimanapun, menjadi apapun, dimanapun, sampai kapanpun dengan cinta dan keyakinan kuat ILAHI ANTA MAKSUDI WA RIDHOKA MATHLUBI , Ya Ilahi Engkau tujuanku dan ridhoMU yang aku tuju.
Jika ada terbersit ketersinggungan karena membaca tulisan ini saya mohonkan maaf yang sebesar besarnya, karena sahabat aadalah bukan yang membenarkan tindakan dan ucapan kita tetapi sahabat adalah yang menceritakan kebenaran kepada kita.
Sekali lagi jika ada sahabat yang ingin membantu yatim dan Fakir miskin di Yayasan kami dapat mengirimkan ke rekening  BADAN PENGELOLA SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA YAYASAN AL BAROKAT 0339-01-057268-50-7 BRI Cabang Jakarta Pasar Minggu. Dan jika ada yang mempunyai program pemberdayaan yatim dan fakir miskin dalam bentuk pelatihan atau apapun kami sangat berterima kasih sekali untuk berbagi informasinya di e-mail : adibustian@gmail.com atau di no 0857 996 1953.
 

Nah, ini dia pertarungan seru antara dua pemutar pita kaset di era 90-an. Dimana saat itu mungkin masa transisi pada beberapa aspek kehidupan. Dari yang mungkin dianggap “Jadul” kea rah yang katanya lebih modern.  Oke……………….sebentar , saya berhenti sejenak untuk mereguk susu jahe yang baru saja saya beli di jalan, minuman ‘jadul” tapi khasiatnya luar biasa. Apalagi dipadukan info dari internet banking yang memberitakan saldo sudah bertambah walau  dengan potongan pajak penghasilan. Hmmmm mantap.

Pada era itu pada suatu suuua-at , saya berkesempatan berkunjung ke rumah salah satu rekan kerja yang Alhamdulillah saat ini sudah lumayan kehidupannya. Beberapa kejadian saat itu menjadi hal yang biasa dan justru sekarang ternyata baru ada hikmah yang bisa saya petik dari peristiwa beberapa tahun yang lalu tersebut, LO-LA kalau kata anak sekarang atau Loading Lama untuk mengambil kesimpulan dari suatu peristiwa, Ya seperti anak tongkrongan yang tertawa belakangan setelah salah satu rekannya melucu. Dan saya harap yang membaca tulisan ini tidak seperti saya, kalaupun iya ya nggak apa apa karena “bingung” adalah bagian dari proses berpikir, he he he.

Saat itu saya bertamu dan  kebetulan kawan tersebut tinggal di sebuah rumah petak di pinggiran Jakarta. Petakannya kurang lebih ada sekitar 6 atau 7 petak berjajar dan semuanya menghadap kiblat. Pada saat bertamu disana saya dengar sekali amat jelas tetangga di petakan sebelahnya sedang memutar kaset yang kebetulan berisi lagu lagu dangdut,  kencang sekali!, bait yang sempat saya ingat kurang lebih seperti ini “ Andaikan kau tiada datang lagi ku mengharap dirimu kembali, aku tak ingin kau pergi lagi, tinggalkan aku sendiri, Maya aaaaaa jangan kau tinggalkan diriku”. Ternyata lagunya “enak” dan akhirnya saya mulai tertarik dengan musik dangdut sehingga saya bisa hapal 1 lagu dangdut lainnya yang berjudul Nada Nada Cinta, evie Tamala, waduh ngelantur jadinya. Oke saya nyalakan dulu sebatang rokok agar lebih fokus lagi pada cerita.

Begini selanjutnya…………Akan Tetapi!!!!!, yang menjadi masalah adalah volume kaset itu yang besar sekali sehingga kamipun harus menyingkir pergi kesebuah warung untuk sekedar ngobrol.  Kawan yang satu ini mengeluh “ gila tu tetangga Gua! Tiap hari kalau nyetel kaset kayak begitutuh mentang mentang baru beli tape double deck keluaran baru yang iklannya ada  di TV, nggak peduli sama orang, nggak tau waktunya sholat di geber terus. Terus saya balik tanya “emang lu sholat?”, dia jawab iye ye gua kan sama ama lu!’, ya memang saat itu kami ini adalah para ahli wudhu, tapi wudhu aja sholatnya nggak. He he>>>> TER….LAM…..PAU …………………mungkin ini versi   Siti Nurhaliza    Men “ Translate” ungkapan TER…..LA……LU nya bang Haji Rhoma Irama.

“Bulan depan gue beli tape juga” katanya biar imbang”. “Oke itu baru mantap, biar besok gua dateng lagi, pengin lihat gua hasilnya gimana” kata saya sambil mensupport dan memberi semangat atau dalam istilah kerennya memprovokasi”.

Satu bulan berlalu, akhirnya saya datang lagi kesana, ternyata benar !!!! saudara saudaraku sebangsa dan setanah air. Begitu masuk ke ruang tamunya sudah terpajang dengan gagahnya sebuah tape recorder yang saat itu harganya lumayan mahal, merk  Jepang , fiturnya lengkap dimasa itu, hanya belum ada MP3 nya karena memang tekhnologi ini belum ada saat itu, dimana Hand phone pun masih POLIKLINIK eh….maaf maksud saya  Poliphonik yang kalau ada panggilan bunyinya kurang lebih “Cikucriiiit, cikucriit dan masih menjadi barang langka dan mahal. Tape recordernya  dilengkapi sub woofer sehingga kalau di “setel” dengan volume tertentu  suaranya mendentum ke dada, mantap!!. Dan mulai terdengar bait lagu Iwan Fals di putar “ Indah hari ini, nada Sumbang enyahlah kau, biarkan kami” ya sebuah lagu yang sepertinya menyindir pihak lawan tapi ya bagaimana lagi, memang dari awalnya ingin “berkompetisi” jadi anggap saja wajar. He he… tapi tetap saja TER…. LA…LU.

Ternyata pengalaman ini adalah cerita tentang kesenangan dan kebahagiaan. “Lha Maksud lo?, Begini brother and sister Saya membaca salah satu ungkapan bijaksana yang kurang lebih isinya “ Kesenangan adalah kebahagiaan bagi orang orang yang merugi sedangkan Kebahagiaan adalah kesenangan bagi orang yang beruntung”. Akan muncul pertanyaan hubungannya apa dengan cerita diatas?, nggak nyambung kale!, . Kalau begitu akan coba saya sambung, “ begini Terkadang kesenangan yang kita lakukan  memiliki kecenderungan mengabaikan kebahagiaan orang lain karena mungkin kesenangan lebih di respon oleh akal,  sedikit sekali atau bahkan hampir tidak menggunakan pertimbangan hati”. Contoh pada cerita diatas betapa senangnya ketika mendengarkan musik dengan volume keras tanpa mengindahkan hak orang lain akan suatu ketenangan. Ya senang disini tapi susah disana contoh lain pada saat kita atau tepatnya saya menghabiskan sebagian waktu di tempat tempat hiburan dengan senangnya sesungguhnya saya telah merenggut hak keluarga untuk mendapatkan waktu yang sama. Dan gilanya kesenangan ditempat seperti itu hanya berlangsung singkat hanya berkisar antara jam 9 malam sampai dengan jam 2 atau 3 pagi setelah itu bubar karena jika berlangsung 24 jam tentu namanya Rumah Sakit bukannya tempat hiburan. Dan dalam cerita diatas ternyata teman saya itu membeli peralatan pemutar musik dengan menggunakan hampir seluruh gajinya 1 bulan, alhasil setiap harinya terpaksa makan mie Instan. Karena kesenangan telinga akhirnya usus menjadi korban. (terus apa saya mesti bilang wow!! Gitu!?, nggak la yaw).

Ya itulah kesenangan akan selalu direspons oleh akal dan akhirnya berakhir dengan tawa. Lain halnya dengan kebahagiaan direspons oleh hati dan akan berakhir tidak selalu dengan tawa terkadang tangisan dan air matapun menjadi penutupnya. Oleh karena itulah yang ada hanya tangis kebahagiaan bukan tangis kesenangan. Seperti halnya Orang tua yang menangis saat wisuda anak kesayangannya tentu berbeda dengan  si anak yang tertawa karena menghabiskan uang kuliah di kampus B (Billiard). Ya Begitulah pengalaman saya.

Saya coba mereka reka contoh lain, nah bagaimana dengan  seorang koruptor apakah tindakannya itu merupakan suatu kesenangan atau kebahagiaan? kenapa ada yang menangis di persidangan? tangisan apa itu?, Bagi sebagian orang mungkin itu dibilang air mata buaya, tapi bagi saya sepertinya tidak mungkin wanita cantik yang sempat menjadi judul salah satu lirik lagunya Rolling Stones itu saya samakan dengan buaya, tidak mau saya bohongi  hati nurani saya, Engkau tetap cantik “you’re beautiful, but ain’t it time we said goodbye? itu kata Mick Jagger dalam lagunya “ANGIE”, tuuuh ngelantur lagi sebentar,,,, saya merokok dulu biar fokus lagi (CAPEDE???) .  Jadi saya anggap apa tangisan itu? saya yakin itu adalah refleksi penyesalan, dan pertentangan batin tentang kebenaran sementara akal dipaksa untuk penyangkalan. Ya mudah2an “sang ratu” ini dan rekan rekan seprofesinya diberikan hidayah oleh Allah, sehingga pada saat nantinya kecantikan parasnya juga seiring sejalan dengan kecantikan hati dan siapa yang tahu kalau akhir hidupnya Khusnul Khotimah. Bukankah lebih baik bekas penjahat daripada bekas mubaligh apalagi ini cantik.

Jadi menurut pendapat saya kesenangan dan kebahagiaan bisa menjadi parameter  tindakan. Buatlah diri kita bahagia, orang orang terdekat bahagia, orang lain bahagia, dan InsyaAllah sang Penciptapun akan bahagia tapi jangan sekali kali membuat Taman bahagia karena Taman Bahagia itu tempat pemakaman para prajurit TNI. Oh ya bicara mengenai Taman saya punya satu lagu tentang taman, bait lagu anak anak di Taman Kanak Kanak atau di Playgroup, Mudah bukan? coba nyanyikan lagu ini dengan perlahan dan rasakan adakah rasa ketakutan dalam melantunkan liriknya, jika ada segera koreksi penyebabnya. begini lirik lagunya;

“Taman yang paling Indah

“Hanya taman Kami

“Taman yang paling Indah

“Hanya Taman Makam

Nah….. kira kira bagaimana? ada rasa takutkah jika ya, persiapkanlah hati anda untuk hal ini, sesuatu yang pasti terjadi daripada mengejar sesuatu yang tidak pasti, he he

Cerita ini mungkin bisa menjadi revisi dari lagu karangan Band Ternama dekade 70-an yang katanya “Hati senang walaupun tak punya Uang” atau lagu anak anak yang isinya “ disini senang , disana senang, dimana mana hatiku senang”. Ya Senang bukan di hati tapi di akal, tapi kebahagiaan itu masalah hati. “Lha terus bagaimana dengan orang gila akalnya kabur tapi tertawa , itu kesenangan atau kebahagiaan?”. Kalau itu tidak perlu terlalu dipikirkan bro, selagi anda masih bisa membaca tulisan ini dan bisa menarik kesimpulan walaupun beragam itu berarti anda masih waras, dan percayalah hanya ada satu cara untuk tahu jawaban pertanyaan itu, jadilah orang gila, he he….mau? saya yakin jawabannya tidak, karena kalau jawaban Iya anda sudah bisa dikatakan terdeteksi “Gila”dengan stadium 1 dikalangan orang gila, ha ha ha.

Oke cukup sekian dari saya, semoga bahagia membacanya kalaupun senang juga tidak apa apa yang penting jangan tersinggung jika ada kesamaan nama, gelar, tempat dan kelakuan. eit………….. ssst kok senyum senyum?…kok saya dibilang gebleg? ya tapi nggak apalah yang penting aku bahagia melihat kau tersenyum saudaraku, tapi tolong dikontrol senyumannya, jika 3 hari masih berlanjut segera hubungi dokter atau petugas medis lainnya……….

Akhirul kalam assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. Jama’aaaaah oh jamaah…… Alhamdu Lillah…

KABAYAN DAN TAKDIRNYA

Satu kisah tentang takdir. Sungguh yang diciptakan Allah tidak ada yang salah baik yang tampak maupun yang tidak. Hmmmmm, ini dia salah satunya, mungkin saya beri nama pelakunya Kabayan saja agar tidak timbul syak wasangka tentang siapa orangnya. Kisah ini berawal dari sebuah daerah terpencil disalah satu wilayah Republik Indonesia, lahirlah seorang putra disebuah keluarga yang Amat Sangat Sederhana. Begitu sederhananya keluarga ini sehingga anak ini hampir setiap hari dalam hidupnya makan dengan sederhana, ya mungkin untuk manggambarkan kita anggap saja makan tempe terus tiap hari. Tapi syukur Alhamdulillah si anak punya tekad besar untuk mengangkat derajat keluarganya, kalau menggunakan pepatah Melayu, Ingin mengangkat batang terendam.
Dengan keras hati sang anak belajar dengan giat sampai tahun demi tahun akhirnya dapat lulus di salah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama. Mulai menjajaki karir di salah satu instansi. Dan dengan pelan tapi pasti karirnya mulai menanjak. Kesibukan mulai bertambah dari mulai jamuan makan malam, perjalanan dinas keluar negeri dan seabreg aktfitas lainnya yang sudah menjadi tuntutan karir. Akhirnya tempe hampir menjadi kenangan. Semua makanan “enak” sudah hampir semua dicicipi dalam tiap jamuan makan, walau hanya sedikit sedikit, karena katanya begitulah cara makan orang penting, sedikit, teratur, berirama, kadang bercampur antara makan dengan obrolan basa basi seputar politik, ekonomi, sosial, budaya, Pertahanan dan Keamanan atau biasa kita singkat POLEKSOSBUDHANKAMNAS.
Hal ini dijalani lebih dari tiga kali puasa, tiga kali lebaran, bang tayib tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan akang kabayan yang satu ini. Hingga datangnya MPP (Masa Persiapan Pensiun) luar biasa, Di puncak Karir, dengan kelebihan materi, sepertinya seluruh kebahagiaan bisa dibeli saat ini. Tapi….., tunggu dulu bersamaan dengan itu datang sepucuk surat bersampul coklat , hasil dari Medical Check Up yang isinya sebait puisi tentang Kolestrol tinggi, Gejala Hipertensi, Asam Urat, kadar gula meningkat yang nantinya bisa ada resiko Asam Aurat. Berkatalah sang dokter kepada beliau sambil memberikan daftar pantangan makanan, Jaga Kondisi, tidak boleh minum kopi, tidak boleh makan daging, tidak boleh makan sea food, kurangi nasi dan yang manis manis, alhasil hanya boleh makan sayur bening, dan tempe lagi, tempe lagi. Ya begitulah waktu hidup kurang makan tempe setelah kelimpahan materi kembali ke tempe disaat hak cipta tempe sudah diambil orang negeri seberang.
Ya begitulah hidup , kita yang orang kebanyakan harus lebih bersyukur, masih bisa makan daging kambing walau mesti antri kupon, masih bisa minum kopinya orang Indonesia, masih bisa makan nasi kebuli disaat ada sedekahan di majlis taklim. Sedangkan akang Kabayan Tadi Uangnya hanya bisa dipakai membayar pajak kendaraan mewah, PBB tanah, Uang sekolah anak di sekolah berstandar Internasional, dan walau menggunakan bahasa asing dalam mendidik anaknya tapi makannya tempe dan sayur bening.
Tidak ada yang salah pada kisah ini, karena takdir yang ditentukan Allah tidak ada yang salah, hanya gambaran sederhana tentang syukur yang memang wajib kita lakukan tidak peduli Kaya atau Miskin, Jendral bintang tiga atau konsumen puyer bintang tujuh, Seorang WAKAPOLRI ataupun seorang WAKATIPDAL (Wakil Kepala Penitipan Sendal), Seorang pengajar yang bergelar SPD ataupun seorang tukang parkir yang bergelar CAPEDE. Semua sama, syukur itu harus, karena hidup ini adalah rizki terlepas dari susah atau senang, kalah atau menang, Kain atau Benang, Miing atau Unang.
Ya mudah mudahan kita dijadikan makhluk yang bersyukur dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, aamiin.

Alhamdulillah sabtu kemarin menjadi salah sabtu yang amat berharga, setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya dipertemukan juga dengan seorang sahabat lama yang sekarang amat sangat bersahaja. Wajahnya amat bersih sepertinya memang amat sangat akrab dengan air wudhu. Dia yang dulu memakai anting di kedua terlinganya sekarang sudah mulai terlihat akrab memelihara janggut. Tutur katanya juga amat teratur dan dalam.

Kebetulan kita bertemu saat kebetulan saya sedang memakai jaket dengan bordir tulisan” majlis zikir manaqib syekh A Qadir Jaelani”, sehingga mengundang dia bertanya. “ ANTUM Majlis zikirnya dimana? katanya, ” Oooh kebetulan ta’lim di pasar minggu di kampung jawa kurang lebih ada dibelakang gedung ANTAM bukannya ANTUM. Mendengar jawaban ini sepertinya dari raut wajahnya jelas sekali datar dan saya amat tahu bahwa dia sedang tidak bersahabat dengan humor. Akhirnya saya coba untuk bercerita dengan lebih serius dan akhirnya tanggapannya ikut serius dan dia menceritakan bagaimana perubahan demi perubahan yang terjadi selama hidupnya. Lumayan panjang ceritanya. Mungkin jika dituangkan dalam satu sinetron akan jadi beberapa episode sehingga mungkin judul yang tepat PERJALANANKU 1, PERJALANANKU 2 dan PERJALANANKU 3. Luar biasa seorang sahabat yang dulunya amat sangat………begitu dah kalau kata ABG ternyata berubah drastis 180 derajat.Alhamdulillah. Akhirnya kami lanjutkan obrolan disebuah restoran yang sedikit tenang untuk sekedar ingin tahu lebih dalam keadaan usus 12 jari yang saat ini sudah mulai berbunyi karena belum makan siang. Setelah sholat zuhur berjamaah kami makan di sebuah restoran yang asri, kami pilih sebuah lesehan pondok gubug yang dibawahnya ada kolam ikan. Kami pesan 1 ekor gurame goreng ukuran sedang, nasi 1 bakul, tempe goreng , sayur asem dan jus buah serta es teh lilis eh sori maksudnya es teh tawar yang harganya juga ada dalam price list tanpa bisa ditawar seperti rasanya. Sambil menunggu kami mulai ngobrol dengan tata bahasa dan tutur kata dalam Ejaan Yand Disempurnakan kurang lebih sama seperti yang diajarkan bapak Yus Badudu jaman dulu dalam program bahasa Indonesia di salah satu stasiun Televisi “Plat Merah” hanya saja di gabung dengan program mimbar agama islam, karena sahabatku amat akrab dengan penggalan istilah istilah arab sehingga obrolan kami seperti bahasanya Cinta Laura dalam versi islami, begicu.

Satu satunya kata kata yang berbau arab yang saya gunakan hanya kata “ANA” selebihnya hanya pengaturan Subyek Predikat Objek nya yang sedikti ditata. Akhirnya pesanan kami datang, semua serba hangat, ikan terlihat masih ngepul, sayur asam ngepul, Alhamdulillah gubugnya nggak ikut ngepul, kalau ngepul mungkin kami akan makan didampingi beberapa petugas dari dinas pemadam kebakaran. Sahabatku makan dengan khusu’nya tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. kami tambah 1 bakul kecil lagi nasinya dan akhirnya selesai makan dia mulai bicara setelah di jilati beberapa ruas jarinya untuk membersihkan sisa sisa makanan yang menempel. Lalu dia mulai angkat bicara “menjilat jari itulah dilakukan nabi setelah selesai makan”. dan saya tanggapi bahwa saya pun pernah membaca sebuah artikel di dunia maya tanpa luna bahwa hal ini sudah ada pembuktian secara ilmiah bahwa menjilat jari akan membantu pencernaan karena adanya enzim percernaan di jari kita dan yang pasti bukan di jari kaki.

Kalau begitu itu berarti sunah rosul? Dia menjawab kurang lebih seperti itu, lalu saya balik berucap “ kalau saya sepertinya tidak mungkin melakukan itu. Lalu dia bilang kenapa? hal itu dilakukan nabi dan antum bilang sudah ada pembuktian ilmiah lagi pula mudah dilakukan. Ane jawab bukan jilat jarinya bro yang gw nggak bisa tapi makan 1 ½ bakul plus 1 gelas jus mangga plus satu gelas es teh tawar dan lauknya tidak bersisa itu juga masih ditambah sama sisa nasi yang nempel di jari. Apa rosul juga makannya kayak gitu bro?, eeeh dia jawab sunahnya sama tapi perutnya beda dan akhirnya dia tertawa lebar sambil bilang antum ngeledek ? ane jawab ana nggak ngeledek, ana azhabu ilal madrosah”. Eeh dia tambah ketawa akhirya obrolan kami mulai tersusun tanpa Subyek predikat obyek alias tidak beraturan sambil sayup terdengar lagu betharia sonata yang dipasang di restoran “AKU MASIH SEPERTI YANG DULU”. Setelah puas akhirnya kami beranjak pergi menuju kasir, bayar satu bawa tiga yang dua mampir di jaket yang dua mampir di jaket. Lalu ane bilang sama dia awali dengan Bismilllah akhiri Alhamdulillah lalu selesaikan dengan bayarlah. Sambil tersenyum saya pergi kekasir eh si kasir Tanya kenapa senyum senyum pak? Ane jawab senyum adalah ibadah bersedekah dengan makanan gratis juga ibadah lho mbak? Eh kasirnya jawab sebagian uang yang bapak bayar akan kami jadikan santunan untuk keluarga gurame yang bapak makan. Luar biasa hari ini penuh warna akhirnya kami berpisah disaksikan nona kasir. Ane bilang bro gw jadiin status ya? Dia jawab ok, kasih nama samaran ye, lagian gw juga dah lama nggak beredar di dunia maya semenjak si maya lepas jilbabnya kata dia sambil ketawa. Akhirnya kami berpisah dengan janji bertemu lagi minggu depan dengan kawan yang lain. Semoga Allah tetap menjaga langkahnya, mudahkanrizkinya, panjangkan umurnya, sehatkan badannya, amiin alfatihah

 

 

 

OPERA VAN MUSHOLLA

 

Ba’da ashar sama dengan “setelah ashar” sekedar untuk mengingatkan yang belum tahu arti kata ba’da, karena terus terang saya sendri juga baru tahu, he he……,Oke saya ulang lagi cerita ini silahkan ambil posisi yang nyaman, siapkan mungkin secangkir kopi karena tulisan ini agak panjang, dan jangan dibaca kalau sekiranya waktu tidak sempat atau mungkin memang dirasa tidak perlu…  Saya ulang lagi…. ba’da ashar disuatu senja di musim yang lalu,   … eit …maaf maksudnya ba’da ashar di sebuah mushola kecil dipinggiran  Jakarta, yang tadinya saya sendiri juga penuh dengan perjuangan antara menentukan ingin sholat, atau tidur atau numpang makan bakwan malang yg kebetulan juga mangkal di depan mushola itu. Akhirnya saya ambil keputusan untuk sholat daripada saya ambil alas kaki orang lain,  saya titipkan sandal yang bandrol harganya baru saya lepas 2 hari lalu pemberian istri tersayang, saya titipkan pada WAKATIPDAL (Wakil Kepala penitipan sandal), yang amat sumringah tersenyum ikhlas. Akhirnya sholat juga jadinya. Setelah selesai sholat seadanya akhirnya duduk di pinggiran teras mushola yang kebanyakan memang sudah banyak orang yg duduk lebih dulu mulai dari penjual minyak wangi dan  tasbih, kurir ekspedisi, collector   sampai supir taksi yang mungkin sedang sejenak melepas lelah atau memang ketiduran sambil HP nya di Silent atau sengaja dimatikan. Tidak sengaja berhadapan dengan seseorang yang sepertinya wajahnya sedikit… apa ya?”.. Ya kurang lebih sama seperti wajah saya waktu terima tagihan kartu kredit jatuh tempo pas tanggal tua. Ya begitulah kira kira.(maaf kalau kalau sama).  Eiiiit … jangan tertawa dulu saya akan masuk ke bagian seriusnya, sebentar saya teguk kopi saya dulu, aaah mantap,….. Begini kelanjutannya…. Dan ternyata!!…… orang ini menyapa saya dengan salam, saya jawab salamnya lalu dia tanya “Pulang kerja Mas?” saya perhatikan orang ini berwibawa sekali , jelas dari pakaiannya yang “putih hampir menyerupai baju muslim” seperti ustad ustad yang belakangan ini amat beken  di stasiun TV sampai stasiun kereta, dan dengan kopiah yang memang sepertinya digunakan sekaligus alas Helm karena agak sedikit lusuh atau istilah kerennya “lecek”.

“ Oh tidak pak kebetulan hari ini sedang off (sedikit beringgris ria ) biar nggak kalah sama CINTA LAURA,  Begicu…………, “ Kalau bapak darimana?’sapa saya, dia jawab “pulang ngajar”. Saya pikir  ustad pak” kata saya. “ Ya guru itu ustad mas, ustad itu guru, Podo Wae katanya. “ berarti UJE bisa jadi GUJE ” ucap saya sambil  sedikit mengajak bercanda, mudah mudahan mukanya pelan pelan hilang kusutnya. Eh Alhamdulillah dia balas bercanda lagi, ”walaupun sama tetap tidak ada ustad kencing berdiri  katanya, yang ada guru kencing berdiri”.  Akhirnya kita tertawa, dan terpotong ketika ada seseorang  menegur halus  kepada saya “maaf pak, sepatu saya”, katanya. Saya baru sadar sepatu itu orang saya injak “ saya bilang waduh maaf ya mas sepatunya saya injak, “ah biasa pak  sepatu kan memang untuk dinjak”, katanya. Luar biasa  ashar hari itu ternyata seperti ada dalam lingkungan opera van java, ha ha ha. “Bapak ngajar agama kayaknya” ucap saya kepada bapak tadi”, kok tahu?”, itu tasnya ada lambang DEPAG nya . “iya, kadang kadang juga ada panggilan ceramah, sedikit dakwah mas apalagi zaman sudah semakin tua katanya. “Dalam hati saya “waduh bakal panjang nih cerita”. Tapi nggak apalah. Akhirnya dia cerita panjang lebar dari mulai statusnya yang masih honor, seputar PILKADA DKI, isu SARA, SIRI sementara saya Cuma cerita seputar PIL KB dan PIL KOPLO. (Ehhhhhh ssst nanti aja senyumnya, baca, pahami dan centang like statusnya,ha ha)… Sampai akhirnya dia serius cerita seputar ceramah dan dakwah “Sekarang Dunia sudah terbalik mas, kalau ceramah paling dapatnya sekian (maaf di sensor) katanya, sementara artis yang nyanyi setengah telanjang bisa dapat berjuta – juta. Saya timpali  SUNGGUH TER… LA…LU, dia bilang ini serius mas itu kenyataannya. Ane Spontan jawab” apa sudah pernah ceramah sambil setengah telanjang pak?”. Bercanda si mas katanya?”. “ Nggak pak ini saya serius kalau targetnya uang maka itu jualan, dan kalau jualan maka secara teknis banyak caranya, tapi kalau target membuat orang hancur seperti saya menjadi lurus itu lain cerita, masa tugas mulia bapak mau disetarakan dengan Marilyn Monroe, atau lady Gaga.”biarlah Lady Gagap hanya disetarakan dengan azis gagap,  Jangan tersinggung lho pak?”. Iya sih katanya “ ya habis bagaimana?! contohnya kemarin, saya hanya dapat hanya cukup buat ongkos saja”, kata dia sedikit berapi api. Saya perhatikan ada kata “kemarin “ dalam ucapannya yang berarti bentuk lampau, yang kalau dalam Tenses bahasa Inggris  menggunakan kata kerja bentuk Ketiga yang sampai hari ini belum juga saya hafal semenjak dapat pelajaran ini pertama kali di SMP dari seorang guru bahasa inggris  cantik  dan terakhir bertemu dalam suatu reuni sekitar beberapa bulan lalu alhamdulillah guru saya itu masih terlihat cantik (mudah2an beliau selalu disehat panjang umurkan, dimudahkan  rizkinya, dikelilingi banyak kebaikan sepanjang hidupnya beserta keluarga, juga teriring doa yang sama untuk guru guru, dosen lainnya, dan untuk yang telah tiada mudah mudahan di terangi makamnya, diampuni dosa, diterima amal dan diindahkan dalam perjalanan berikutnya, aamiin).Tiba tiba saya  ingat apa yang saya dapat  semenjak saya “ikut ikutan” di majlis taklim belakangan ini. Bahwa barang siapa mengingkari takdir maka tiada Tuhan baginya,  begitu kata syaikh A qadir jaelani. Penggunaan kata “kemarin” dalam EYD atau setidaknya sesuai apa yang diajarkan bapak YUS BADUDU dulu dalam program bahasa Indonesia di TVRI jika dikaitkan dengan program Mimbar agama Islam TVRI sudah tercukupi unsur unsur  takdir nya (wah ngeri juga ini bahasa sudah pasti  copy paste dari bahasa para ahli hukum, luar biasa!!! makan apa saya tadi pagi bisa begini, he he)  Setelah menimbang, mencermati akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan kepada bapak tadi,  saya bilang “Takdir pak, yang sudah lampau kalau diingkari kata ustad sanusi bahaya!!. Kira kira betul nggak ustad? Kata saya. “Astaghfirullah” ternyata ini masalah saya. Katanya. Tidak ikhlas katanya lagi. Dalam hati saya “ ternyata sama masalahnya dengan saya” dan ternyata ROCKER juga manusia” setidaknya itulah kalau bisa digambarkan bisikan setan yg ada di benak pikiran saya.

“Sampean orang marketing ya mas ?”, “kenapa memangnya ustad?”,saya tanya balik.

“Ya tadi bicara target biasanya tukang jualan. “ Ya begitulah kira kira, saya ini Jual beli pak?”, “ Jual beli apa?”katanya, “Jual TV beli beras”, kata saya. Eeh dia jawab,”itu mah saya satu bulan yang lalu”, katanya sambil ketawa. Dalam hati “wah kayaknya sudah gembiraloka beliau,   “ Target aja pak dakwahnya! Kata saya. “ Lho kata sampean nggak boleh. “ Tergantung targetnya,  kalau artis yg setengah telanjang tadi kan targetnya uang, setelah terkumpul jadi kaya”, nah coba deh pak ustad  target bagaimana membuat artis yang setengah telanjang tadi berubah “menutup auratnya”, terus nikahin siri itu artis yang sudah kepalang kaya, ya begitudah kira kira”. Dia jawab “ sampean malah ngajarin saya nggak bener”. “lha saya kan memang orang nggak bener ustadz, ya tapi inget juga tadz, kadang kita bisa target tapi juga harus ridho kalau hasilnya terbalik, niatnya pengen kawin siri sama artis kaya yang insaf, eh dapetnya udah bukan artis, nggak kaya, nggak insaf insaf lagi. Ya kalau kata orang betawi dah “blangsak tambah blangsak”. Dia ketawa “ Gendeng sampean, katanya. Akhirya nggak terasa sudah mau maghrib, sekalian dah kami sholat maghrib. “ Sampean Imam Mas?! Katanya sambil berjalan ke tempat wudhu. Ane Bilang “ Bacaan saya amat sangat halus dan lembut Pak , jadi saya spesial Imam untuk zuhur dan ashar saja. “ Kalau untuk yang bacaan keras silahkan yang lain saja. Ha ha ha katanya. Ya Alhamdulillah si bapak ini sudah tertawa lepas, seorang guru Mulia yang mungkin terabaikan karena sistim pungli pengangkatan PNS atau “Kolusi orang dekat lebih dulu”. Ya Mudah mudahan Allah rubah nasibnya kearah yang lebih baik, biar sehat panjang umur  dia sekeluarga.Aamiin. Setelah Maghrib kami berpisah, saya ingat sekali dengan guru saya dulu, yang mungkin sampai saat ini belum sempat saya ucapkan terima kasih atas semua jasanya, akhirnya saya dekati dia ke parkiran motornya sambil saya “maaf” berbagi sedikit rezeki  yang mungkin hanya cukup untuk membelikan sebungkus martabak telor untuk anaknya di rumah “ Pak ini ada titipan cek plawat dari Miranda Gultom” kata saya bercanda sambil saya masukan kedalam kantongnya”. “ Dia jawab , “waduh….makasih nih  mas, saya hampir tiap ashar disini, insya Allah kapan waktu kita ketemu lagi, katanya. Ok Pak Ustadz saya jalan dulu, akhirnya kami berpisah bukan diteras sint carolus, setelah kami juga bercanda tawa bukan  di sebuah gereja Tuanya “ Panjaitan Bersaudara” tapi disebuah musholla kecil yang ramai sekali orang rela meluangkan waktu bersujud kepada zat yang tidak berbatas arah ruang dan waktu dengan sadar ditengah kesibukan dan permasalahannya. Ya Allah jadikan aku bagian dari mereka,jadikan aku makhluk yang sadar, ibadahkan aku, dengan segala kekuranganku, aamiin……….

RINDU

Duhai kekasih pujaan hati, puan rupawan, makhluk yang menjadi kenangan.

Aku merindu karena mungkin aku yang berpaling dan menjauh darimu, ataukah engkau memalingkan wajah dan menjauh dari dekapan hatiku.

Ya itulah rinduku padamu.Jauhnya engkau itulah rinduku.

Ya Robbi, Saat ini rindu itu juga kurasakan kepadaMU, mungkin karena aku terlalu lama berpaling dan  menjauh darimu,  aku larikan raga dan jiwaku masuk dalam belantara dunia yang engkau ciptakan untuk aku mendekat padaMU dan dengan  kesadaranku yang congkak aku tau bahwa tiada tempat yang ada tanpaMU.

Ya Allah , Zat Agung yang tak berbatas arah,ruang dan waktu, saat inipun masih Rindu, walau aku ada diatas sajadah ini, dengan takbir yang khusu namun hatiku berlari ketika sujud. Dengan pakaian putih dengan rajutan benang angkuh seolah rinduku benar. Langkahku amat perlahan tapi Engkau amat dekat dengan urat leherku. Ampuni aku ya Allah…………………..(Ungaran, awal Ramadhan)

 Hiasan Para Wali

Syeikh Abu Bakar bin Salim ialah syeikh Islam dan teladan manusia. Pemimpin alim ulama. Hiasan para wali. Seorang yang amat jarang ditemukan di zamannya. Da’i yang menunjukkan jalan Ilahi dengan wataknya.Pembimbing kepada kebenaran dengan perkataannya. Para ulama di zamannya mengakui keunggulannya. Dia telah menyegarkan berbagai warisan pendahulu-pendahulunya yang saleh. Titisan dari Hadrat Nabawi. Cabang dari pohon besar Alawi. Alim Rabbani. Imam kebanggaan Agama, Abu Bakar bin Salim Al-’Alawi, semoga Allah meredhainya.

Beliau lahir di Kota Tarim yang makmur, salah satu kota di Hadramaut, pada tanggal 13 Jumadi Ats-Tsani 919 H. Dia kota itu, dia tumbuh dengan pertumbuhan yang saleh, di bawah tradisi nenek moyangnya yang suci dalam menghafal Al-Quran.

Orang-orang terpercaya telah mengisahkan; manakala beliau mendapat kesulitan menghafal Al-Quran pada awalnya. Ayahnya mengadukan halnya kepada Syeikh Al-Imam Syihabuddin bin Abdurrahman bin Syeikh Ali. Maka Syeikh itu bertutur: “Biarkanlah dia! Dia akan mampu menghafal dengan sendirinya dan kelak dia akan menjadi orang besar. Maka menjadilah dia seperti yang telah diucapkan Syeikh itu. Serta-merta, dalam waktu singkat, dia telah mengkhatamkan Al-Quran.

Kemudian dia disibukkan dengan menuntut ilmu-ilmu bahasa Arab dan agama dari para pembesar ulama dengan semangat yang kuat, kejernihan atin dan ketulusan niat. Bersamaan dengan itu, dia memiliki semangat yang menyala dan ruh yang bergelora. Maka tampaklah tanda-tanda keluhurannya, bukti-bukti kecerdasannya dan ciri-ciri kepimpinannya. Sejak itu, sebagaimana diberitakan Asy-Syilly dalam kitab Al-Masyra’ Ar-Rawy, dia membolak-balik kitab-kitab tentang bahasa Arab dan agama dan bersungguh-sungguh dalam mengkajinya serta menghafal pokok-pokok dan cabang-cabang kedua disiplin tersebut. Sampai akhirnya, dia mendapat langkah yang luas dalam segala ilmu pengetahuan.

Dia telah menggabungkan pemahaman, peneguhan, penghafalan dan pendalaman. Dialah alim handal dalam ilmu-ilmu Syariat, mahir dalam sastra Arab dan pandai serta kokoh dalam segenap bidang pengetahuan.

Dalam semua bidang tersebut, beliau telah menampakkan kecerdasannya yang nyata. Maka, menonjollah karya-karyanya dalam mengajak dan membimbing hamba-hamba Allah menuju jalan-Nya yang lurus.
Guru-guru beliau

Para guru beliau antara lain; Umar Basyeban Ba’alawi, ahli fiqih yang saleh, Abdullah bin Muhammad Basahal Bagusyair dan Faqih Umar bin Abdullah Bamakhramah. Pada merekalah dia mengkaji kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah. Syeikh Ma’ruf bin Abdullah Bajamal Asy-Syibamy dan Ad-Dau’any juga termasuk guru-guru beliau.

Hijrahnya dari Tarim

Dia beranjak dari Kota Tarim ke kota lain bertujuan untuk menghidupkan pengajian. memperbarui corak dan menggalakkan dakwah Islamiyah di jantung kota tersebut. Maka berangkatlah beliau ke kota ‘Inat, salah satu negeri Hadramaut. Dia menjadikankota itu sebagai kota hijrahnya. Kota itu dia hidupkan dengan ilmu dan dipilihnya sebagai tempat pendidikan, pengajaran dan pembimbingan. Tinggallah di sana hingga kini, masjid yang beliau dirikan dan pemakaman beliau yang luas. Syahdan, berbondong-bondonglah manusia berdatangan dari berbagai pelosok negeri untuk menimba ilmunya. Murid-murid beliau mengunjunginya dari beragam tempat: Hadramaut, Yaman, Syam, India, Indus, Mesir, Afrika, Aden, Syihr dan Misyqash.

Para murid selalu mendekati beliau untuk mengambil kesempatan merasai gambaran kemuliaan dan menyerap limpahan ilmunya. Dengan merekalah pula, kota ‘Inat yang kuno menjadi berkembang ramai. Kota itu pun berbangga dengan Syeikh Imam Abu Bakar bin Salim Al-’Alawi. Karena berkat kehadiran beliaulah kota tersebut terkenal dan tersohor, padahal sebelumnya adalah kota yang terlupakan.

Tentang hal itu, Muhammad bin Ali bin Ja’far Al-Katsiry bersyair:

Ketika kau datangi ‘Inat, tanahnya pun bedendang

Dari permukaannya yang indah terpancarlah makrifat

Dahimu kau letakkan ke tanah menghadap kiblat

Puji syukur bagi yang membuatmu mencium tanah liatnya

Kota yang di dalamnya diletakkan kesempurnaan

Kota yang mendapat karunia besar dari warganya

Dengan khidmat, masuklah sang Syeikh merendahkan diri

Duhai, kota itu telah terpenuhi harapannya.

Akhlak dan kemuliaannya

Dia adalah seorang dermawan danmurah hati, menginfakkan hrtanya tanpa takut menjadi fakir. Dia memotong satu dua ekor unta untuk para peziarahnya, jika jumlah mereka banyak. Dan betapa banyak tamu yang mengunjungi ke pemukimannya yang luas.

Dia amat mempedulikan para tamu dan memperhatikan keadaan mereka.Tidak kurang dari 1000 kerat roti tiap malam dan siangnya beliau sedekahkan untuk fuqara’. Kendati dia orang yang paling ringan tangannya dan paling banyak infaknya, dia tetap orang yang paling luhur budi pekertinya, paling lpang dadanya, paling sosial jiwanya dan paling rendah hainya. Sampai-sampai orang banyak tidak pernah menyaksikannya beristirehat.

Syeikh ahli fiqih, Abdurrahman bin Ahmad Bawazir pernah berkata: “Syeikh Abu Bakar selama 15 tahun dari akhir umurnya tidak pernah terlihat duduk-duduk bersama orang-orang dekatnya dan orang-orang awam lainnya kecuali ntuk menanti didirikannya saolat lima waktu”.

Syeikh sangat mengasihani orang-orang lemah dan berkhidmat kepada orang-orang yang menderita kesusahan. Dia memperlihatkan dan menyenangkan perasaan mereka dan memenuhi hak-hak mereka dengan baik.

Di antara sekian banyak akhlaknya yang mulia itu adalah kuatnya kecintaan, rasa penghormatan dan kemasyhuran nama baiknya di kalangan rakyat. Selain murid-murid dan siswa-siswanya, banyak sekali orang berkunjung untuk menemuinya dari berbagai tempat; baik dari Barat ataupun Timur, dari Syam maupu Yaman, dari orang Arab maupun non-Arab. Mereka semua menghormati dan membanggakan beliau.

Ibadah dan pendidikannya

Seringkali dia melakukan ibadah dan riyadhah. Sehingga suatu ketika dia tidak henti-hentinya berpuasa selama beberapa waktu dan hanya berbuka dengan kurma muda berwarna hijau dari Jahmiyyah di kota Lisk yang diwariskan oleh ayahnya. “Di abnar, dia berpuasa selama 90 hari dan selalu sholat Subuh dengan air wudhu Isya’ di Masjid Ba’isa di Kota Lask. Dalam pada itu, setiap malamnya di berangkat berziarah ke makam di Tarim dan sholat di masjid-masjid kota itu. Di masjid Ba’isa tersebut, dia selalu sholat berjamaah. Menjelang wafat, beliau tidak pernah meningalkan sholat Dhuha dan witr.

Beliau selalu membaca wirid-wirid tareqat. Dia pribadi mempunyai beberapa doa dan salawat. Ada sebuah amalan wirid besar miliknya yang disebut “Hizb al-Hamd wa Al-Majd” yang dia diktekan kepada muridnya sebelum fajar tiba di sebuah masjid. Itu adalah karya terakhir yang disampaikan ke muridnya, Allamah Faqih Syeikh Muhammad bin Abdurrahman Bawazir pada tanggal 8 bulan Muharram tahun 992 H.

Ziarah ke makam Nabi Allah Hud a.s adalah kelazimannya yang lain. Sehingga Al-Faqih Muhammad bin Sirajuddin mengabarkan bahawa ziarah beliau mencapai 40 kali.

Setiap malam sepanjang 40 tahun, dia beranjak dari Lask ke Tarim untuk sholat di masjid-masjid kedua kota tersebut sambil membawa beberapa tempat minum untuk wudhu, minum orang dan hayawan yang berada di sekitar situ.

Ada banyak pengajaran dan kegiatan ilmiah yang beliau lakukan. Konon, dia membaca kitab Al-Ihya’ karya Al-Ghazzali sebanyak 40 kali. Beliau juga membaca kitab Al-Minhaj-nya Imam Nawawi dalam fiqih Syafi’i sebanyak tiga kali secara kritis. Kitab Al-Minhaj adalah satu-satunya buku pegangannya dalam fiqih. Kemudian dia juga membaca Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah di depan gurunya, Syaikh Umar bin Abdullah Bamakhramah.

Karya-karyanya

Antara lain:

  • Miftah As-sara’ir wa kanz Adz-Dzakha’ir. Kitab ini beliau karang sebelum usianya melampaui 17 tahun.
  • Mi’raj Al-Arwah membahas ilmu hakikat. Beliau memulai menulis buku ini pada tahun 987 H dan menyelesaikannya pada tahun 989 H.
  • Fath Bab Al-Mawahib yang juga mendiskusikan masalah-masalah ilmu hakikat. Dia memulainya di bulan Syawwal tahun 991 H dan dirampungkan dalam tahun yang sama tangal 9 bulan Dzul-Hijjah.
  • Ma’arij At-Tawhid
  • Dan sebuah diwan yang berisi pengalaman pada awal mula perjalanan spiritualnya.

Kata Mutiara dan Untaian Hikmah

Beliau memiliki banyak kata mutiara dan untaian hikmah yang terkenal, antara lain:

Pertama:

Paling bernilainya saat-saat dalam hidup adalah ketika kamu tidak lagi menemukan dirimu. Sebaliknya adalah ketika kamu masih menemukan dirimu. Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa engkau takkan mencapai Allah sampai kau fanakan dirimu dan kau hapuskan inderamu. Barang siapa yang mengenal dirinya (dalam keadaan tak memiliki apa pun juga), tidak akan melihat kecuali Allah; dan barang siapa tidak mengenal dirinya (sebagai tidak memiliki suatu apapun) maka tidak akan melihat Allah. Karena segala tempat hanya untuk mengalirkan apa yang di dalamnya.

Kedua:

Ungkapan beliau untuk menyuruh orang bergiat dan tidak menyia-nyiakan waktu: “Siapa yang tidak gigih di awal (bidayat) tidak akan sampai garis akhir (nihayat). Dan orang yang tidak bersungguh-sungguh (mujahadat), takkan mencapai kebenaran (musyahadat). Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang berjuang di jalan Kami, maka akan Kami tunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami”. Siapa pun yang tidak menghemat dan menjaga awqat (waktu-waktu) tidak akan selamat dari berbagia afat (malapetaka). Orang-orang yang telah melakukan kesalahan, maka layak mendapat siksaan.

Ketiga:

Tentang persahabatan: “Siapa yang bergaul bersama orang baik-baik, dia layak mendapatkan makrifat dan rahasia (sirr). Dan mereka yang bergaul dengan para pendosa dan orang bejat, akan berhak mendapat hina dan api neraka”.

Keempat:

Penafsirannya atas sabda Rasul s.a.w: “Aku tidaklah seperti kalian. Aku selalu dalam naungan Tuhanku yang memberiku makan dan minum”. Makanan dan minuman itu, menurutnya, bersifat spiritual yang datang datang dari haribaan Yang Maha Suci”.

Kelima:

Engkau tidak akan mendapatkan berbagai hakikat, jika kamu belum meninggalkan benda-benda yang kau cintai (’Ala’iq). Orang yang rela dengan pemberian Allah (qana’ah), akan mendapt ketenteraman dan keselamatan. Sebaliknya, orang yang tamak, akan menjadi hina dan menyesal. Orang arif adalah orang yang memandang aib-aib dirinya. Sedangkan orang lalai adalah orang yang menyoroti aib-aib orang lain. Banyaklah diam maka kamu akan selamat. Orang yang banyak bicara akan banyak menyesal.

Keenam:

Benamkanlah wujudmu dalam Wujud-Nya. Hapuskanlah penglihatanmu, (dan gunakanlah) Penglihatan-Nya. Setelah semua itu, bersiaplah mendapat janji-Nya. Ambillah dari ilmu apa yang berguna, manakala engkau mendengarkanku. Resapilah, maka kamu akan meliht ucapan-ucapanku dlam keadaan terang-benderang. Insya-Allah….! Mengertilah bahawa Tuhan itu tertampakkan dalam kalbu para wali-Nya yang arif. Itu karena mereka lenyap dari selain-Nya, raib dari pandangan alam-raya melaluiKebenderangan-Nya. Di pagi dan sore hari, mereka menjadi orang-orang yang taat dalam suluk, takut dan berharap, ruku’ dan sujud, riang dan digembirakan (dengan berita gembira), dan rela akan qadha’ dan qadar-Nya. Mereka tidak berikhtiar untuk mendapat sesuatu kecuali apa-apa yang telah ditetapkan Tuhan untuk mereka”.

Ketujuh:

Orang yang bahagia adalah orang yang dibahagiakan Allah tanpa sebab (sebab efesien yang terdekat, melainkan murni anugerah fadhl dari Allah). Ini dalam bahasa Hakikat. Adapun dalam bahasa Syari’at, orang bahagia adalah orang yang Allah bahagiakan mereka dengan amal-amal saleh. Sedang orang yang celaka, adalah orang yang Allah celakakan mereka dengan meninggalkan amal-amal saleh serta merusak Syariat – kami berharap ampunan dan pengampunan dari Allah.

Kelapan:

Orang celaka adalah yang mengikuti diri dan hawa nafsunya. Dan orang yang bahagia adalah orang yang menentang diri dan hawa nafsunya, minggat dri bumi menuju Tuhannya, dan selalu menjalankan sunnah-sunnah Nabi s.a.w.

Kesembilan:

Rendah-hatilah dan jangan bersikap congkak dan angkuh.

Kesepuluh:

Kemenanganmu teletak pada pengekangan diri dan sebaliknya kehancuranmu teletak pada pengumbaran diri. Kekanglah dia dan jangan kau umbar, maka engkau pasti akn menang (dalam melawan diri) dan selamat, Insya-Allah. Orang bijak adalah orang yang mengenal dirinya sedangkan orang jahil adalah orang yang tidak mengenal dirinya. Betapa mudah bagi para ‘arif billah untuk membimbing orang jahil. Karena, kebahagiaan abadi dapt diperoleh dengan selayang pandang. Demikian pula tirai-tirai hakikat menyelubungi hati dengan hanya sekali memandang selain-Nya. Padahal Hakikat itu juga jelas tidak erhalang sehelai hijab pun. Relakan dirimu dengan apa yang telah Allah tetapkan padamu. Sebagian orang berkata: “40 tahun lamanya Allah menetapkan sesuatu pada diriku yang kemudian aku membencinya”.

Kesebelas:

Semoga Allah memberimu taufik atas apa yang Dia ingini dan redhai. Tetapkanlah berserah diri kepada Allah. Teguhlah dalam menjalankan tatacara mengikut apa yang dilarang dan diperintahkan Rasul s.a.w. Berbaik prasangkalah kepada hamba-hamba Allah. Karena prasangka buruk itu bererti tiada taufik. Teruslah rela dengan qadha’ walaupun musibah besar menimpamu. Tanamkanlah kesabaran yang indah (Ash-Shabr Al-Jamil) dalam dirimu. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mengganjar orang-orang yang sabar itu tanpa perhitungan. Tinggalkanlah apa yang tidak menyangkut dirimu dan perketatlah penjagaan terhadap dirimu”.

Keduabelas:

Dunia ini putra akhirat. Oleh karena itu, siapa yang telah menikahi (dunia), haramlah atasnya si ibu (akhirat).

Masih banyak lagi ucapan beliau r.a. yang lain yang sangat bernilai.

Manaqib (biografi) beliau

Banyak sekali buku-buku yang ditulis mengenai biorafi beliau yang ditulis para alim besar. Antara lain:

Bulugh Azh-Zhafr wa Al-Maghanim fi Manaqib Asy-Syaikh Abi Bakr bin Salim karya Allamah Syeikh Muhammad bin Sirajuddin.

Az-Zuhr Al-Basim fi Raba Al-Jannat; fi Manaqib Abi Bakr bin Salim Shahib ‘Inat oleh Allamah Syeikh Abdullah bin Abi Bakr bin Ahmad Basya’eib.

Sayyid al-Musnad pemuka agama yang masyhur, Salim bin Ahmad bin Jindan Al-’Alawy mengemukakan bahawa dia memiliki beberapa manuskrip (naskah yang masih berbentuk tulisan tangan) tentang Syeikh Abu Bakar bin Salim. Di antaranya; Bughyatu Ahl Al-Inshaf bin Manaqib Asy-Syeikh Abi Bakr bin Salim bin Abdullah As-Saqqaf karya Allamah Muhammad bin Umar bin Shalih bin Abdurraman Baraja’ Al-Khatib.

sumber :http://tamanhabaib.blogspot.com/2008/10/syeikh-abu-bakar-bin-salim-hiasan-para.html

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i (lahir di Thus; 1058 / 450 H – meninggal di Thus; 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H; umur 52–53 tahun) adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan.[1][2][3]

Ia berkuniah Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid.[rujukan?] Gelar beliau al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan ayahnya yang bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar Thus, Khurasan, Persia (Iran). Sedangkan gelar asy-Syafi’i menunjukkan bahwa beliau bermazhab Syafi’i. Ia berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus. Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya.

Sifat Pribadi

Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan. Sebelum beliau memulai pengembaraan, beliau telah mempelajari karya ahli sufi ternama seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami. Imam al-Ghazali telah mengembara selama 10 tahun. Ia telah mengunjungi tempat-tempat suci di daerah Islam yang luas seperti Mekkah,MadinahJerusalem, dan Mesir. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. Sejak kecil lagi beliau telah dididik dengan akhlak yang mulia. Hal ini menyebabkan beliau benci kepada sifat riya, megah, sombong, takabur, dan sifat-sifat tercela yang lain. Ia sangat kuat beribadat, wara’, zuhud, dan tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan, kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT.

Pendidikan

Pada tingkat dasar, beliau mendapat pendidikan secara gratis dari beberapa orang guru karena kemiskinan keluarganya. Pendidikan yang diperoleh pada peringkat ini membolehkan beliau menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. Oleh sebab minatnya yang mendalam terhadap ilmu, beliau mula mempelajari ilmu ushuluddin, ilmu mantiq, usul fiqih,filsafat, dan mempelajari segala pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas oleh mazhab-mazhab tersebut. Selepas itu, beliau melanjutkan pelajarannya dengan Ahmad ar-Razkani dalam bidang ilmu fiqih, Abu Nasr al-Ismail di Jarajan, dan Imam Harmaim di Naisabur. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu, beliau telah dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan oleh perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah. Kemudian beliau dilantik pula sebagai Naib Kanselor di sana. Ia telah mengembara ke beberapa tempat seperti Mekkah,Madinah,Mesir dan Jerusalem untuk berjumpa dengan ulama-ulama di sana untuk mendalami ilmu pengetahuannya yang ada. Dalam pengembaraan, beliau menulis kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.

Tasawuf

  • Ihya Ulumuddin (Kebangkitan Ilmu-Ilmu Agama)[4], merupakan karyanya yang terkenal
  • Kimiya as-Sa’adah (Kimia Kebahagiaan)[5]
  • Misykah al-Anwar (The Niche of Lights)

Filsafat

  • Maqasid al-Falasifah
  • Tahafut al-Falasifah,[6] buku ini membahas kelemahan-kelemahan para filosof masa itu, yang kemudian ditanggapi oleh Ibnu Rushdidalam buku Tahafut al-Tahafut (The Incoherence of the Incoherence).

Fiqih

  • Al-Mushtasfa min `Ilm al-Ushul

Logika

  • Mi`yar al-Ilm (The Standard Measure of Knowledge)
  • al-Qistas al-Mustaqim (The Just Balance)
  • Mihakk al-Nazar fi al-Manthiq (The Touchstone of Proof in Logic)

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Ghazali